Medicalzone.org - Menurut laporan Daily Mail, telah dilakukan pengujian terhadap jaringan dari otak dan sistem saraf kecoa yang bisa membunuh lebih dari 90 persen infeksi MRSA dan E-coli tanpa merugikan sel manusia. Simon Lee, seorang peneliti pascasarjana dari University of Nottingham mengatakan, kecoa memiliki sifat antibiotik yang kuat setelah menemukan sembilan molekul yang berbeda dalam jaringan kecoa yang beracun bagi bakteri.
Dia berkata: "Kami berharap molekul akhirnya dapat dikembangkan menjadi obat untuk E-coli dan infeksi MRSA yang semakin rawan terhadap obat-obatan saat ini. "Antibiotik baru ini berpotensi memberikan alternatif lain untuk obat yang tersedia saat ini, obat-obatan saat ini mungkin efektif tetapi memiliki efek samping yang serius dan tidak diinginkan."
Dia menambahkan: "Serangga sering hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tidak higienis dimana mereka menghadapi berbagai jenis bakteri. Oleh karena itu logis cara-cara serangga memngembangkan pertahanan untuk melindungi diri terhadap mikro-organisme." Penelitian Mr Lee difokuskan pada studi tentang sifat-sifat khusus dari molekul antibakteri yang saat ini sedang diuji pada serangga super tersebut.
Menurut Society for General Microbiology, industri farmasi adalah menghasilkan lebih sedikit dan lebih sedikit antibiotik baru karena kurangnya insentif keuangan, sehingga permintaan tinggi untuk sumber-sumber alternatif obat baru. Besok, Mr Lee akan memaparkan penemuannya dihadapan teman ilmuwan di pertemuan masyarakat musim gugur di University of Nottingham.
Dr Naveed Khan bertugas mengawasi kerja Lee. Dia berkata: "Serangga super seperti MRSA telah mengembangkan perlawanan terhadap standar terapi dan perawatan yang kami lakukan.
"Mereka telah menunjukkan kemampuan untuk infeksi yang tidak dapat diobati, dan telah menjadi ancaman utama dalam perjuangan kita melawan penyakit bakteri. Jadi, ada kebutuhan terus-menerus untuk menemukan sumber tambahan antimikroba baru untuk menghadapi ancaman ini."
Medicalzone.org - Ada harapan baru dalam terapi kanker. Sebuah temuan baru tim dari Italia dan Amerika Serikat menemukan bahwa bakteri salmonella bisa merangang sistem imun untuk membunuh sel-sel kanker. Temuan ini bisa dijadikan dasar penemuan obat baru untuk kanker, baik dalam ranah imunoterapi ataupun pembuatan vaksin.
Awalnya para peneliti menguji tikus-tikus, baru kemudian pada sel-sel kanker dan sel imun pasien kanker. Hasilnya ternyata salmonella menunjukkan aksi yang sama. Kini peneliti siap mengujikannya ke manusia, sembari menunggu autorisasi.
Bagaimana salmonella beraksi? Menurut peneliti, bakteri yang digunakan dalam penelitian sudah dibuat agar tidak menyebabkan sakit, dan dia bisa membantu sel-sel kanker agar mudah ditemukan oleh sistem imun untuk kemudian dibunuh.
Proses ini melibatkan apa yang disebut connexin 43, yaitu protein yang membuat saluran komunikasi antar berbagai jenis sel. Fragmen-fragmen dari protein tumor yang disebut peptida akan melarikan diri dari saluran ini dan masuk ke sistem imun dan bertindak seperti "red flag" yang memicu respon imun spesifik untuk melawan kanker. Pada kanker tahap amat dini, sel-sel imun yang berpatroli sering mengenali sel kanker sebagai sesuatu yang abnormal dan menghancurkannya. Namun saat sel kanker tumbuh besar, mereka justru tidak terlihat oleh sel imun karena berkurangnya connexin 43.
Dalam studi, sel kanker yang diteliti adalah melanoma. Sel-sel kanker malnoma pada tikus maupun manusia setelah disuntikkan dengan salmonella, ternyata mengalami peningkatan jumlah connnexin 43 pada sel-sel tumor. Dampaknya, saluran komunikasi kembali terbentuk dan sel-sel imun aktif kembali dan bergerak untuk membunuhnya. Teknik tersebut juga melindungi tikus dari penyebaran kanker yang mirip dengan gaya vaksin dalam strategi pencegahan.
Obat-obat imunoterapi relatif masih baru di dunia kedokteran. April lalu, FDA memberikan approval pada obat Provenge, yakni vaksin yang bisa menstimulasi sistem imun untuk menyerang kanker prostat. Ini adalah vaksin pertama untuk terapi tumor. Ada lagi obat ipilimumab yang dikembangkan Bristol-Myers Squibb, yang cukup menjanjikan melawan melanoma, dan data penelitiannya baru dirilis Juni tahun ini.
Peneliti sendiri memilih sel melanoma karena merupakan salah satu sel kanker paling mematikan. Meski begitu teknik suntikan salmonella ini bisa diterapkan pada berbagai jenis kanker. (http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=1825)
Antibiotik Tidak Banyak Bermanfaat untuk Sebagian Kasus Bronkitis
Kalbefarma.Com - Banyak orang yang berobat ke dokter dengan masalah gangguan pernafasan seperti bronkitis mendapatkan obat antibiotik, meskipun kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak membutuhkan obat tersebut, hasil penelitian terbaru.
Dua dokter dari Virginia Commonwealth University School of Medicine melakukan survey terhadap catatan medis penderita bronkitis di seluruh dunia.
Seorang dokter seharusnya berusaha menghindari pemberian antibiotik untuk banyak kasus penyakit, Dr. Richard P Wenzel mengatakan. Ia adalah seorang kepala departemen penyakit dalam dari Virginia Commonwealth.
Temuan ini dipublikasikan 16 November 2006 dalam berita di New England Journal of Medicine.
Kondisi selama ini adalah pemberian antibiotik yang berlebihan bagi kebanyakan kasus bronkitis, dimana inflamasi (radang) menimbulkan sedikitnya aliran udara yang masuk ke dalam paru yang diakibatkan oleh agen yang justru tidak diterapi, misalnya akibat virus, Wenzel mengatakan. Hanya kecil presentasinya dari bronkitis akut yang disebabkan oleh bakteri.
Dokter umumnya dengan cepat meresepkan obat antibiotik kepada pasiennya. Ia memperkirakan 70-80% pasien bronkitis diberi antibiotik setidaknya selama 5-10 hari. Satu dari setiap 20 penduduk Amerika dewasa mengalami bronkitis setiap tahunnya, Wenzel mengatakan. Tiga langkah awal yang harus dipertimbangkan untuk tidak memberikan antibiotik adalah: 1. Antibiotik harganya mahal. 2. Antibiotik memiliki efek samping yang beraneka macam, seperti kemerahan, diare dan nyeri abdomen, Wenzel mengatakan. Efek samping menjadi kurang diperhatikan apabila obat tersebut dapat menyembuhkan penyakitnya, ia menambahkan. 3. Menekan terjadinya resistensi akan antibiotik, sehingga bila suatu saat antibiotik tersebut benar-benar dibutuhkan akan memberi efek yang baik.
Wenzel mengatakan bila pakar ekonomi cemas akan tingginya harga obat, dokter juga cemas akan resistensi antibiotik terhadap bakteri.
The American Academy of Family Physicians menyebutkan bahwa bronkitis akut biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus, dan sering kali pula sulit disembuhkan. Mereka merekomendasikan untuk lebih banyak istirahat, minum banyak air putih dan tidak mengkonsumsi minuman berkafein, jaga lingkungan di dalam ruangan dan sabarlah untuk beberapa hari atau minggu hingga penyakit ini akan hilang dengan sendirinya.
Jika batuk dan gejala lainnya menetap, itu dapat menjadi tanda adanya kondisi yang serius, seperti asma atau pneumonia.
Kita tidak pernah berpikir kenapa setelah makan ayam goreng atau pecel lele dan makanan lainnya di warung kaki lima atau restoran tertentu di Jawa Barat, kita selalu disuguhi minuman teh hangat. Padahal kalau dipelajari, teh banyak sekali membantu kita dalam mencegah berbagai macam penyakit. Pertanyaannya lebih lanjut adalah apakah orang yang menjual ayam goreng atau pecel lele tersebut mengetahui teh memiliki peran yang sangat vital, sehingga perlu diberikan dalam membantu mencegah berbagai penyakit? Atau sudah merupakan kebiasaan?
Tanaman teh (Camellia sinensis) banyak ditanam diberbagai negara di dunia sejak zaman baheula, termasuk Indonesia. Teh dapat tumbuh dengan baik didaerah pegunungan beriklim sejuk pada ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut (dpl).
Tanaman ini berakar tunggang dengan banyak cabang setinggi 4-8 meter. Daun teh berbentuk mangkuk panjang dengan gerigi halus pada pinggirannya. Daun teh yang berwarna hijau ini mendominasi perkebunan yang identik dengan hamparan warna hijau di kaki pegunungan. Bunga teh berwarna putih dengan serbuk sari berwarna kuning.
Tanaman teh ini diambil daunnya untuk diproses lebih lanjut baik dalam skala industri rumah tangga (home industri) atau juga skala industri besar menjadi beraneka macam minuman teh di pasaran. Konsumsi teh dimulai sejak 4.000 tahun yang lalu. Diperkirakan lebih dari 2,5 juta ton berat kering teh diproduksi tiap tahunnya diseluruh dunia. Ada beberapa jenis teh yang dikenal yaitu teh hitam, teh oolong atau teh merah, teh hijau, dan teh putih.
Senyawa kimia
Semua jenis teh, khususnya teh hijau, mengandung fluoride, suatu mineral yang dapat mencegah pertumbuhan karies pada gigi, mencegah radang gusi dan gigi berlubang. Maka, disarankan untuk selalu minum teh setelah makan, karena kondisi gigi sering kali menggambarkan kondisi jantung. Teh hijau mengandung vitamin C dosis tinggi dan vitamin lainnya dalam jumlah sedikit. Kandungan mangan yang terdapat pada teh hijau dapat membantu penguraian gula menjadi energi, sehingga bisa membantu menjaga kadar gula dalam darah. Selain itu, teh hijau memiliki sejumlah senyawa kimia yang sangat bermnafaat bagi kesehatan manusia.
Perlu diketahui, teh hijau mengandung zat aktif berupa antioksidan alami. Hal ini membuat teh hijau yang dikonsumsi mampu melindungi sel-sel tubuh dari berbagai pengaruh radikal bebas yang berperan besar menimbulkan kanker, penyumbatan pembuluh darah, dan gangguan jantung. Hasil riset di Erasmus University Medical School, Rotterdam mengungkapkan pula, bahwa pembuluh darah balik besar (aorta) para responden yang gemar meminum teh hijau memiliki lapisan yang mencegah terjadinya serangan jantung koroner.
Dari berbagai jenis teh, teh hitam dihasilkan melalui proses semi fermentasi, teh merah melalui proses semi fermentasi, demikian juga dengan teh putih.
Teh hijau diproduksi dari daun teh yang diuapkan dan dikeringkan tanpa proses fermentasi, sehingga kandungan antioksidan lebih besar dari pada teh hitam maupun teh merah. Sedangkan teh putih diperoleh dengan proses yang sama seperti teh hijau, namun bagian daun teh yang diambil adalah tunas atau pucuk yang masih berbulu putih. Ternyata kandungan antioksidan dalam teh putih lebih banyak dibandingkan dengan teh hijau. Namun demikian teh hijau diketahui memiliki antioksidan alami yang disebut polifenol yang dapat membantu menghalangi pertumbuhan sel kanker kulit.
Para ilmuwan di Jepang percaya, antioksidan polifenol yang terdapat dalam teh hijau adalah bahan yang bertanggung jawab dalam memberikan kontribusi positif bagi kesehatan manusia, yaitu mampu mengurangi risiko penyakit jantung , membunuh sel tumor dan menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru, kanker usus terutama sel kanker kulit, juga dapat membantu dalam proses pencernaan makanan melalui stimulasi peritalsis dan pembuatan cairan pencernaan.
Makanan atau minuman yang mengandung antioksidan sangat membantu dalam hal mengganti dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Teh hijau lebih dikenal luas masyarakat dan lebih mudah diperoleh di pasaran, sementara teh putih sulit diperoleh dan hanya terdapat dibeberapa bagian negara tertentu misalnya di negara Cina (http://www.orst.edu/dept/).
Selain itu juga dari beberapa hasil riset disebutkan, teh hijau sudah banyak dikenal sebagai obat bagi berbagai penyakit lainnya seperti berbagai penyakit lainnya seperti berbagai jenis kanker, stroke penyakit kardiovaskular, keluhan gastrointestinal, perawatan gigi, perawatan kulit, mengurangi gula darah, mencegah arthritis, mencegah kerusakan hati, serta sebagai penurun berat badan.
Panjang usia
Dilaporkan sebagai hasil riset pada beberapa jurnal tingkat nasional dan dunia, tingkat konsumsi teh hijau yang tinggi berimplikasi pada usia penduduknya lebih panjang dan kondisi kesehatannya lebih sehat.
Selain alkaloid dan kafein, teh hijau mengandung polifenol antioksidan. Ada empat polifenol utama dalam daun teh, yaitu epikatekin (EC), epikatekin galat (ECG), epigalokatekin (EGC), dan epigalokatekin galat (EGCG). Selain itu terdapat juga asam galat, galokatekin galat (GCG), galokatekin (GC), katekin galat (CG), katekin (C), asam amino, vitamin B, dan asam askorbat.
EGCG merupakan katekin yang membawa 10%-50% dari kandungan katekin pada daun teh, dan terlihat sebagai katekin yang aktivitas antioksidannya paling kuat.
Kebanyakan manfaat positif dari daun teh berasal dari EGCG yang terkandung didalamnya.
Aktivitas antibakteri yang terdapat pada teh hijau telah dibuktikan dalam penelitian yang telah dilakukan para ahli di dunia. Salah satu hasilnya adalah teh hijau ternyata mampu menginhibisi aktivitas bakteri salmonella typhi, juga bakteri Escherichiacoli yang sensitif terhadap ampisilin. Untuk itu, minumlah teh jika anda tidak ingin mendapatkan berbagai penyakit yang tidak diinginkan, karena begitu banyak manfaat yang kita peroleh dari minum teh. Silahkan mencoba dan mendapatkan hasilnya.(Natural, vol. 8, 2005, hal 47.)
Survey YouGov : 40 % Mahasiswa Muslim Inggris Mendukung Syariah dan 33 % Mendukung Khilafah
Dalam sebuah hasil survey yang dilakukan YouGov terungkap hasil yang cukup mengejutkan dua perlima (40 %) dari mahasiswa Muslim yang disurvei mendukung diterapkannya Syariah menjadi undang-undang bagi Muslim Inggris. Sementara itu sepertiga (33%) dari mahasiswa Muslim yang disurvei mendukung diterapkannya kekhalifahan di seluruh dunia yang didasarkan pada hukum Syari’ah. Mayoritas (58%) dari anggota aktif Masyarakat Islam kampus mendukung ide ini.
Hasil ini disampaikan Jhon Thorne dan Hannah Stuart dari oleh Pusat Kohesi Sosial di Inggris dalam laporannya yang berjudul Islam di Kampus : Sebuah Survey Jajak Pendapat Mahasiswa di Inggris. Islam di Kampus adalah survei yang paling komprehensif yang pernah dilakukan atas pendapat para mahasiswa Muslim di Inggris, berdasarkan polling yang tugaskan khusus untuk itu yakni YouGov atas 1400 mahasiswa, di lapangan maupun lewat wawancara.
Laporan ini meneliti sikap para mahasiswa mengenai isu-isu kunci termasuk toleransi beragama, kesetaraan gender dan integrasi. Sementara mayoritas mahasiswa Muslim ‘mendukung sekularisme dan nilai-nilai demokrasi, mereka toleran terhadap kelompok-kelompok lain dan menolak kekerasan atas nama agama, Islam di Kampus juga mengungkap temuan-temuan yang signifikan. Kecendrungan mahasiswa muslim Inggris untuk mendukung syariah dan Khilafah memang meningkat meskipun belum menjadi suara mayoritas.
Adapun ketika ditanya tentang isu perang Irak, dua pertiga dari mahasiswa Muslim yang disurvei (66%) mengatakan mereka telah kehilangan rasa hormat terhadap pemerintah Inggris karena invasinya ke Irak. Secara terpisah, 20% juga mengatakan bahwa rasa hormat mereka terhadap masyarakat Inggris secara keseluruhan telah berkurang.
Namun, hampir sepertiga (30%) dari mahasiswa Muslim yang disurvei mengatakan mereka menghormati masyarakat Inggris telah meningkat didasarkan pada reaksi publik (umumnya negatif) terhadap perang Irak.
57% dari mahasiswa Muslim yang disurvei mengatakan bahwa prajurit Muslim Inggris harus dibiarkan untuk memilih keluar untuk mengambil bagian dalam operasi militer di negara-negara Muslim, dibandingkan dengan sebagian besar (71%) dari responden non-Muslim yang mengatakan mereka seharusnya tidak keluar.
Hati-hati...Kelamaan Liburan Bikin Kemampuan Otak Menurun
Musim liburan akhir tahun telah tiba dan masa-masa berkumpul bersama keluarga dan teman akan lebih banyak. Namun hati-hati, sebuah studi baru-baru ini melaporkan terjadi penurunan tingkat kemampuan otak para pekerja setelah melewati masa liburan.
Sejak tahun 2004 hingga 2008, The Hartford, sebuah perusahaan asuransi di Connecticut melakukan survei dan menganalisis lebih dari 1 juta kasus kemunduran otak atau 'short-term disability' akibat liburan panjang. Para pakar menduga hal itu disebabkan karena jarangnya otak diasah selama masa liburan.
Di Amerika, short-term disability diketahui banyak terjadi pada bulan November dan Desember. Namun pada bulan Januari dan Februari, penyakit kemunduran otak sesaat itu justru diikuti dengan berbagai penyakit seperti depresi, sakit pernapasan dan luka-luka. Sebanyak dua pertiga partisipan diketahui mengalami gejala tersebut.
Gejala seperti itu bukan sesuatu yang aneh lagi di sana karena pada masa itu adalah musim dingin dimana suhu udara bisa sangat rendah sehingga bisa meningkatkan risiko flu, batuk, gangguan pernapasan, kecelakaan dan depresi.
"Orang-orang sangat senang ketika libur panjang tiba karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Tapi ketika bulan Januari datang dan mereka harus kembali menjalani rutinitas kerja dengan cuaca yang dingin dan sinar matahari yang kurang maka risiko stres dan depresi akan meningkat. Hal ini memungkinkan terjadinya kemunduran aktivitas otak dan produktivitas kerja," kata Glenn Shapiro, wakil direktur dari The Hartford, seperti dilansir New York Times, Rabu (23/12/2009).
Ketimbang musim panas, masalah pernafasan terjadi dua kali lebih banyak pada musim dingin. Mereka yang punya masalah pernapasan inilah yang lebih banyak mengalami short-term disability, terutama mereka yang menderita pneumonia (radang paru-paru).
"Ketika udara dingin, tubuh tidak sehat dan ditambah dengan liburan panjang, seseorang akan lebih mudah mengalami sindrom 'malas' yang membuat tubuh dan otaknya kurang produktif ketika masa liburan itu usai," ujar Shapiro yang juga seorang konsultan kesehatan.
Sementara itu tingkat kecelakaan yang tinggi disebabkan karena kondisi cuaca yang dingin dan jalanan yang licin. Namun menurut Shapiro, faktor konsentrasi dalam menyetir kendaraan juga berpengaruh. Mereka yang mengalami short-term disability akan lebih sulit berkonsentrasi dan akhirnya menimbulkan risiko kecelakaan.
"Orang-orang biasanya malas untuk kembali bekerja setelah liburan, apalagi jika kondisinya sedang sakit. Untuk itu, selama liburan sebaiknya tetap lakukan aktivitas yang bisa mengasah otak dan usahakan menjaga kondisi tubuh tetap sehat agar gejala short-term disability tidak terjadi," jelas Shapiro.
Jumlah Rakyat Indonesia Pro Syariah Turun, Indikasi Melemahnya Dakwah Islam
Tikaman belati kelompok liberalisme pemikiran Islam mulai dirasakan menggerogoti kehidupan keislaman muslimin Indonesia. Keberadaan pemikiran kaum liberal ini menjadi kanker bagi Islam dan umat Islam. Indikasi ini, secara umum, bisa terlihat dari sedikitnya dukungan rakyat Indonesia terhadap capres-capres yang mengusung anti liberalisme baik secara kultur, ekonomi, dan keagaamaan.
Padahal, dalam sebuah survey, disebutkan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat menghargai nilai-nilai relijiusitas. Indonesia merupakan negara yang 9 dari 10 orang rakyatnya menyatakan bahwa "Agama mempunyai sebuah peranan yang vital dan penting dalam kehidupan sehari-hari." demikian ungkap sebuah survey.
Temuan itu sampai kini masih tidak berubah. Hanya saja, banyak sinyal-sinyal yang mengindikasikan bahwa negara dengan populasi muslim terbesar di dunia ini mulai mengalami proses penurunan ketaatannya dan kehilangan nilai-nilai religiusitasnya.
Pelan tapi pasti, berikut ini buktinya. Pada bulan Maret 2008, mayoritas penduduk Indonesia masih menyatakan hukum Islam harus diterapkan sebagai sebuah sistem kenegaraan yang formal.
Penegakan syariat Islam dianggap memberikan hal yang positif dan lebih baik daripada sistem hukum yang lain. Sebuah survey menyatakan bahwa 52 persen penduduk Indonesia dan 55 persen muslim Indonesia meyakini bahwa Hukum Islam atau Hukum Syariat harus diimplementasikan di Indonesia. Namun, pada kisaran bulan Juni 2009, jumlah persentase tersebut turun hanya menjadi 42 persen saja yang menyatakan bahwa Islam adalah pilihan terbaik dan 43 persen muslim saja yang berkeyakinan seperti ini. Indikasi lain, terlihat pada Maret 2008. Sebanyak 45 persen menyetujui bahwa menjadi sebuah kewajiban bagi muslimah untuk mengenakan jilbab. Lima belas bulan kemudian, jumlah tersebut turun 2 persen menjadi hanya 43 persen.
Kemudian selain itu, 40 persen rakyat Indonesia yang sebelumnya meyakini bahwa pencuri seharusnya memperoleh hukuman potong tangan, jumlahnya kini menurun menjadi hanya 36 persen saja.
Indikasi lain yang dianggap berhubungan menyebutkan 24 persen muslim meyakini bahwa wanita lebih baik tinggal di rumah dan tidak bekerja. Namun, pada Juni 2009, mulai turun menjadi 20 persen.
Perolehan angka-angka survey ini berdasarkan pada Roy Morgan Single Source. Lembaga survey ini mengambil sebanyak 25,000 responden usia 14 tahun ke atas setiap tahunnya.
Responden diklaim menyasar daerah perkotaan, pinggiran, hingga ke pedesaan di seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut di-update setiap 90 hari. Setidaknya, hasil survey tersebut dapat memberikan sebuah sinyal bagi para aktivis dakwah Islam dari latarbelakang gerakan Islam apapun untuk mawas diri. Penurunan dukungan rakyat Indonesia yang pro-legalisasi syariat Islam ini diharapkan mampu memicu semangat para aktivis dakwah untuk bekerja dan berjuang lebih keras dan ikhlas.
Sangat masuk akal, penurunan ini disebabkan oleh masifnya gerakan dan pemahaman liberal ke seluruh lapisan masyarakat melalui media-media yang dioptimalkan mereka. Dan sangat masuk akal pula fenomena penurunan ini juga disebabkan oleh isu terorisme yang diangkat guna menakut-nakuti kalangan masyarakat luas untuk menjauh dari setiap gerakan dakwah.
Dan yang tidak mustahilnya adalah kesibukan para aktivis dakwah pada aktivitas-aktivitas yang tidak membangun dan kegiatan politik praktis dan perebutan kekuasaan semata sedangkan di sisi lain meninggalkan mad'u-nya. (muslimdaily/jp)
Umat Islam Dihimbau Beralih ke Waktu Makkah, Menggantikan Waktu Greenwich
Sejumlah pakar Islam di bidang geologi dan ilmu syariah mulai mengkampanyekan persamaan waktu dunia dengan merujuk waktu Makkah Mukarramah. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengganti persamaan waktu Greenwich yang selama ini digunakan banyak penduduk dunia. Karena menurut sejumlah kajian ilmiah, Makkah-lah yang menjadi pusat bumi.
Persoalan ini mencuat dalam Konferensi Ilmiah bertajuk “Makkah Sebagai Pusat Bumi, antara Teori dan Praktek”. Konferensi yang diselenggarakan di ibukota Qatar, Dhoha pada Sabtu (19/4), menyimpulkan tentang acuan waktu Islam berdasarkan kajian ilmiah yakni Makkah, dan menyerukan umat Islam agar mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich. Makkah Mukarramah dinyatakan sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia, dan di sekeliling Ka’bah yang ada di Makkah berkeliling kaum muslimin yang melakukan Thawaf dari kiri ke kanan, ke balikan dari acuan waktu Greenwich dari kanan ke kiri.
Dalam konferensi yang juga dihadiri oleh Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi dan juga sejumlah pakar geologi Mesir seperti DR. Zaglul Najjar yang juga dosen ilmu bumi di Wales University di Inggris serta Ir Yaseen Shaok, seorang saintis yang mempelopori jam Makkah.
DR. Qaradhawi dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya agar umat Islam dan juga dunia menggunakan acuan waktu ke Makkah sebagai acuan waktu yang sejati, karena Makkah adalah pusat bumi. Dalam sambutannya di awal konferensi ini, ia menjelaskan juga mengapa Makkah dipilih sebagai pusat bagi bumi dan kenapa Allah swt menjadikan Baitul Haram sebagai kiblat bagi umat Islam.
Qaradhawi yang juga ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional itu mengatakan, “Kami menyambut kajian ilmiah dengan hasil yang menegaskan kemuliaan kiblat umat Islam. Meneguhkan lagi teori bahwa Makkah merupakan pusat bumi adalah sama dengan penegasan jati diri keIslaman dan menopang kemuliaan umat Islam atas agama, umat dan peradabannya.”
Qaradhawi juga menyampaikan bahwa tidak ada pertentangan dalam Islam antara ilmu dan agama sebagaimana yang terjadi di agama dan peradaban lain.
Terkait Makkah sebagai pusat bumi, DR. Zaglul Najjar mengatakan bahwa hal itu memang benar berdasarkan penelitian saintifik yang dilakukan oleh DR. Husain Kamaluddin bahwa ternyata Makkah Mukarramah memang menjadi titik pusat bumi. Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Egyptian Scholars of The Sun and Space Research Center yang berpusat di Kairo itu, melukiskan peta dunia baru, yang dapat menunjukkan arah Makkah dari kota-kota lain di dunia. Dengan menggunakan perkiraan matematik dan kaidah yang disebut "spherical triangle" Prof. Husein menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah daratan bumi. Sekaligus membuktikan bahwa bumi ini berkembang dari Makkah. (na-str/iol)
Riset ilmiah terbaru di Norwegia menyingkap, rutinitas kerja malam di kalangan wanita karir dapat menambah bahaya terserang kanker bagi mereka, khususnya kanker payudara.
Riset tersebut menganalisis beberapa kasus wanita-wanita yang terkena kanker di Norwegia selama 5 dekade lalu. Dari riset itu disimpulkan, banyak faktor yang ikut andil dalam menyebabkan terjadinya penyakit tersebut (di luar faktor-faktor keturunan atau yang berkenaan dengan kesuburan dan usia), khususnya setelah proses kelahiran pertama bagi kaum wanita. Analisis itu menjelaskan, hampir 15% wanita yang terserang penyakit kanker payudara pernah bekerja pada jam-jam malam atau masa-masa pergantian antar siang dan malam.
Seorang peneliti wanita yang melakukan riset tersebut memantau kondisi para perawat yang bekerja pada jam-jam malam, wanita-wanita yang bekerja di bagian rontgen, wanita-wanita yang dalam setiap aktifitasnya selalu berinteraksi dengan 'kawasan-kawasan magnetik' atau pun mereka yang tinggal di tempat-tempat yang dekat dengan arus listrik tegangan ektra tinggi. Dalam pemantauannya, peneliti itu menemukan kelompok-kelompok wanita tersebut lah yang paling banyak mengalami resiko terserang penyakit kanker payudara. Ia menegaskan, kelompok wanita yang paling sedikit mengalami payudara kanker adalah wanita-wanita yang mengalami kebutaan (tuna netra). Lebih jauh peneliti Norwegia itu menyiratkan, wanita-wanita yang bekerja pada malam hari sepanjang waktu selalu berinteraksi dengan sinar yang menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh untuk memproduksi hormon 'Milanonin' yang terbentuk pada malam hari saat sedang tidur. Hormon inilah yang berfungsi menjaga sel-sel tubuh dan pori-pori melawan kanker dan dampak negatif sinar tersebut. Seperti yang sudah terbukti secara medis, intensitas astrogen akan meningkat ketika intensitas milanonin berkurang sehingga mengakibatkan terserang penyakit kanker payudara. Inilah salah satu sisi mukjizat ilmiah dari firman Allah SWT, "Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan." (QS. an-Naba :11) Subhaanallah!! (AH)
(Sumber: Majalah 'Hooryea, volume III, Dzulhijjah 1426, hal.7)