Pernyataan Sikap BKLDK : Hentikan Kebiadaban Israel dan Tolak Obama
PERNYATAAN SIKAP BADAN KOORDINASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (BKLDK)
Hentikan Kebiadaban Israel dan Tolak Obama
Militer Israel dengan sangat brutal dan penuh kebiadaban, telah melakukan serangan terhadap kapal Mavy Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza. Serangan itu menewaskan 19 relawan dan puluhan lainnya luka-luka. Kapal itu berlayar dalam misi kemanusiaan, yang diikuti ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan beberapa media. Kapal itu bukanlah armada perang yang mengangkut militer dan kekuatan perang untuk menyerang benteng Yahudi. Ini adalah aksi brutal kesekian kali yang semakin membuktikan kebiadaban Israel.
Berkenaan dengan hal ini maka Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus menyatakan :
1. Mengutuk dengan sangat-sangat keras terhadap Israel yang biadab. Serangan terhadap kapal kemanusian ini semakin membuktikan bahwa Israel benar-benar Negara penjajah dan teroris sejati. Sementara itu tidak ada tindakan nyata dari Negara-negara di dunia dan PBB terhadap kebrutalan ini. Jadi sangat jelaslah bahwa slogan teroris ditempelkan kepada umat Islam tetapi tidak pernah disematkan pada Israel padahal kebrutalan mereka berulang kali sangat telanjang di depan mata.
2. Jangan pernah mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada masyarakat internasional, sikap negara-negara Eropa, Dewan Keamanan PBB, aksi diplomasi dan perdebatan perundang-undangan tentang perairan regional dan internasional, Semua itu hanyalah upaya sia-sia secara politik dan lari dari tanggungjawab. Entitas batil Israel dan negara brandal ini terus-menerus melakukan aksi-aksi ilegal dan menginjak-injak undang-undang dan konvensi internasional. Tetapi negara-negara Barat dan PBB hanya maksimal mengecam tanpa sedikitpun tindakan nyata bahkan malah bergandengan tangan untuk memuluskan aksi-aksi brutal Israel.
3. Menyeru dengan tegas kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin negara muslim dunia untuk mengirimkan tentara dan pasukan yang kuat guna melawan kebrutalan Israel. Karena Israel hanya mengenal bahasa perang dan hanya dengan inilah Israel akan berhitung sekian kali untuk melanjutkan embargo wilayah Gaza. Kami berharap kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin negeri-negeri Islam untuk “menjadi laki-laki walau sehari saja”
4. Bila Susilo Bambang Yudhoyono dan para pemimpin negeri-negeri Islam tidak bersedia mengirim pasukan maka kami menyeru khusus kepada komandan-komandan tentara yang mukhlis di dalam militer Indonesia dan seluruh militer negeri-negeri Islam lainnya, untuk melawan Israel, tanpa mempedulikan lagi kepengecutan pemimpin-pemimpin mereka.
5. Tolak Obama! Israel berani melakukan tindakan-tindakan brutal berulang kali pastilah ada pelindungnya dan tidak lain pelindung setia Israel adalah Amerika Serikat. Obama adalah presiden negara penjajah AS yang tidak bisa terlepas dari kebijakan luar negeri AS. Obama menyatakan di forum AIPAC “Siapa yang mengancam Israel berarti mengancam kita (AS) dan Israel selalu menghadapi bahaya di garis depan oleh karena itu saya akan memastikan keunggulan mutu militer Israel hingga bisa menghadapi ancaman dari gaza hingga teheran”. Dalam forum tersebut Obama juga menjanjikan US$ 30 milyar untuk biaya militer Israel. Jadi menerima Obama berarti menerima tertumpahnya darah kaum muslimin setiap saat di Palestina
6. Menyerukan kepada umat Islam untuk secara sungguh-sungguh berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam, karena hanya dengan Khilafah maka persatuan umat akan terwujud dan umat Islam akan memiliki kekuatan untuk melindungi diri, harta, kehormatan dan tanah negeri-negeri Islam, termasuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel dan melawan kebiadabannya seperti yang nampak dengan telanjang saat ini.
Badan Eksekutif Koordinator Nasional (Bekornas) BKLDK Ahmad Irhamul Fikri Hp : 087884960795
Email : redaksi@dakwahkampus.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Website : dakwahkampus.com
1. Obama adalah kepala negara Amerika Serikat, sang penjajah. Ini bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan.
2. Kedatangan Obama adalah untuk mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekular. Sistem inilah yang menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.
3. Kedatangan Obama juga untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau hingga Papua.
4. Kedatangan Obama merupakan bagian dari politik belah bambu di dunia Islam, yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.
5. Obama memerangi kaum Muslim di Afganistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam, termasuk anak-anak dan ibu-ibu.
6. Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS di Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam.
7. Obama hingga saat ini belum menutup penjara Guantanamo sesuai janjinya, yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak Muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan Al-Quran.
8. Obama dengan setia mendukung zionis Israel yang merampas tanah Palestina dan hingga saat ini terus terus membantai umat Islam di Palestina.
9. Obama tidak mengecam sama sekali Israel saat entitas Yahudi itu membantai lebih kurang 1300 Muslim di Gaza. Obama bahkan mendukung tindakan kejam Israel tersebut.
10. Status negara Amerika Serikat adalah Muhariban Fi'lan karena secara langsung memerangi umat Islam. Karena itu, Islam mengharamkan kaum Muslim melakukan hubungan dalam bentuk apapun dengan AS, termasuk menyambut kedatangan presidennya, apalagi menjadikannya sahabat dan tamu terhormat, karena AS adalah musuh Allah SWT dan umat Islam.
Sudah saatnya negara ini dipimpin dengan sistem Khilafah Islamiyah untuk menundukkan AS kepada syariah. Laa izzata illa bil Islam, La Islam illa bi Syariah, La Syariah illa bi Daulah Khilafah Rasyidah!
Source : BKLDK Semarang (site BKLDK Nasional : www.dakwahkampus.com)
BKLDK "Menggoncang" Istana Negara Dengan Syariah & Khilafah
Sekitar seribuan Mahasiswa islam yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) "membombardir" istana dengan kata-kata syariah dan khilafah rabu siang, 27 Januari 2010. Mereka menginginkan agar sistem dan negeri ini diganti dengan sistem islam yang kaffah.
Acara aksi mereka dimulai dengan sholat berjamaah di istiqlal kemudian dilanjutkan longmarch ke istana. Diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari kampus-kampus Banten, Purwakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Ciputat, Tangerang, Jakarta dan sekitarnya, mereka serempak menggunakan pakaian berwarna dominan hitam. Kompak menggemakan yel-yel "hancurkan kapitalis", "Ganti Rezim, Ganti Sistem Selamatkan Dengan Islam", mereka juga seirama menyanyikan lagu "Adakah Kau Lupa" untuk mengenang dan mencontoh pejuang besar Islam Solahuddin Al-ayubi.
Dalam aksi ini selain diisi dengan orasi-orasi dari perwakilan akitivis-aktivis dakwah kampus, juga diselingi oleh parade keranda bergurita. Hal ini dimaksudkan untuk menyimbolkan sinyal kematian Indonesia akibat kapitalisme yang telah menggurita. Disusul dengan teatrical unik dan menarik tentang pengkhianatan para penguasa dan pejabat terhadap rakyatnya dengan para kapitalis.
Mereka merasa sudah sangat muak dengan keadaan yang ada. Pasalnya, berbagai permasalahan kemaksiatan dan keterpurukan negeri ini tidak juga kunjung bisa diselesaikan. Termasuk di dalamnya skandal Bank Century yang menjadi fokus utama mereka dalam aksi ini.
Sistem kapitalis-sekular yang diterapkan Indonesia dianggap sebagai sumber semua masalah itu. "Rezim busuk komprador asing yang muncul dan bersekongkol membantu para perampok uang negara adalah sekedar dampak dari penerapan kapitalisme itu sendiri" tegas koordinator aksi, Sdr. fikri. "Dengan sistem islam sajalah semua permasalahan bangsa ini dapat terselesaikan", tambahnya.
Apapun taruhannya, mereka bersepakat untuk memperjuangkan islam sampai islam bisa tegak kembali di muka bumi. Tuntutan mereka sebagaimana yang termaktub dalam pers release yang dikeluarkan oleh BKLDK adalah perlu dilakukannya perubahan basis konsep ketatanegaraan menuju pola ketatanegaraan Islam dengan penerapan syariah dan khilafah.
Aksi Nasional 27 Januari 2010 Untuk "Ganti Rezim & Sistem" Negeri Ini Dilakukan Serentak Nasional.Aksi BKLDK Semarang klik di sini, Jabodetabek, Banten, Purwakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Yogyakarta, Riau, Palembang, Medan, Solo, Banjarmasin, Makassar, Lampung, Banyumas, Kendari
pa kbr temen2…baik2 kan…?maaf baru ikut posting.wah ternyata diantara kesibukan temen2 kuliah, masih mau menyempatkan waktu untuk menjalin silaturrahim dengan teman2 sperjuangan di kebidanan. salut deh…!
hm, terkait dengan title yg saya ambil, sebenarnya ini terinspirasi dari tmn2 yang ada di FK (Fakultas Kedokteran) diaman mereka punya tempat kumpul antar mahasiswa kedokteran dari sabang sampai merauke. tempat kumpul yang saya maksud disini adl FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah fakultas Kedokteran). FULDFK sendiri beranggotakan mahasiswa kedokteran dari semua universitas yg ada di Indonesia, baik itu universitas negeri maupun swasta. nah, di FULDFK ini mereka sering nagdain acara terkait pengembangan ilmu kedokteran dari berbagai aspek. jadi, ilmu yang didapat tidak hanya dari bangku kuliah saja, tetapi juga dari seminar-seminar yang diadakan oleh FULDFK sendiri. kayak kemarin waktu ada acara ANTIBIOTIC 4 di Unissula misalnya, mereka mendatangkan tokoh kedokteran dari Brunei (Umar Hasan Kasule) yang mbahas ttg Nutrisi dari sisi yang berbeda, kemudian Prof. SOleh dari kediri yang membahas tentang Tahajud seabagi terapi penyembuhan penyakit apapun (Psikoneuroimunologi), ada Dadang Hawari dsb.
Jujur, saya iri dengan komunitas tmn2 dari FK itu. mereka bisa saling mengenal tmn2 antar universitas dan anta pulau, mereka bisa bertukar pengalaman dan bertukar ilmu.sempat etrpikir pada waktu itu, kenapa ya jurusan kebidanan kok tidak ada komunitas semacam ini? padahal kita juga berpotensi untuk membentuk komunitas seamcam ini, alasannya: 1. Hampir setiap provinsi dan kabupaten punya sekolah kebidanan (baik itu dari akademi, universitas, maupun poltekes dan stikes) 2. ilmu kebidanan selalu berkembang sepanjang waktu 3. profesi bidan memungkinkan kita melanglang sampai ke pelosok negeri dalam rangka mengabdikan diri pada masyarakat
nah, berdasar pada alasan itu, maka di sini saya mengajak temen2 mahasiswa bidan untuk `berembug` (diskusi) ttg ini. supaya suatu saat bisa terlahir Forum Ukhuwah Mahasiswa Kebidanan Indonesia (FUKI) atau nama yang lain terserah, dimana kita bisa merasa saling memiliki meskipun saling jauh, saling berbagi, dan saling menguatkan satu sama lain. BAHWA DIMANAPUN BIDAN BERADA, KITA TAK PERNAH SENDIRI.Okey, saya tunggu respon dari temen2.