Badan Amalan Islam (BAI) FK Unissula

Be a Good Moslem Be a Professional Doctor
Halaman Depan | Kontak Kami | Pengurus | Program Kegiatan
"Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang menyembuhkan aku" (QS. AsySyuara : 80) .:|:. "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dalam apa yang diharamkan-Nya atasmu" (HR. Imam Bukhari) .:|:. "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan Dia menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu, dan jangan kamu gunakan barang yang haram" (HR. Abu Dawud)
Dari Redaksi
Selamat Datang di Homepage BAI Fakultas Kedokteran Unissula. Selamat Menjelajahi Situs ini (Redaksi)

Kami mohon maaf jika saat Anda mendownload suatu file, bertebaran banyak iklan di layar Anda. Sekali lagi mohon maaf karena minimnya fasilitas dari kami. Terima Kasih (Redaksi)
Kategori
  • Nafais Tsamarah
  • Microbiology
  • Opini
  • Berita
  • Riset
  • Peradaban
  • Pemikiran
  • Muslimah
  • Siyasah
  • Aksi Mahasiswa
  • Thibbun Nabawi
  • Ensiklopedi
  • Uncategorized
  • Weblink
  • Menu BAI
  • News Release
  • Majelis Syura
  • Mentoring
  • KSS
  • Info Kegiatan
  • Info Finansial
  • Info FULDFK
  • Kegiatan Eksternal
  • Buletin Al-Haqq
  • Mading Al-Bayyan
  • Majalah Al-Firdaus
  • I-Med edisi Unissula
  • Download
  • Ebook Aqidah
  • Ebook Taffsir
  • Ebook Hadits
  • Ebook Muslimah
  • Sistem Politik
  • Kedokteran
  • Dokumen BAI
  • Kuliah Islam
    Materi kuliah Islam Disiplin Ilmu Kedokteran FK Unissula

  • Belajar & Berfikir
  • Komunikasi
  • Masalah Kesehatan
  • Hematopoetin
  • Imun & Kulit Kelamin
  • Hormon & Metabolisme
  • Muskuloskeletal
  • Cardiovascular
  • Pernapasan
  • Pencernaan
  • Enterohepatik
  • Penyakit Tropis
  • Saraf
  • Metodologi Penelitian
  • Urogenitalia
  • Reproduksi
  • TumBang & Geriatri
  • Perilaku dan Jiwa
  • KB & Kependudukan
  • Penglihatan
  • THT
  • SKN
  • Kegawat Daruratan
  • Manajemen RS
  • Mutiara Kata
    "Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang menyembuhkan aku" (QS. AsySyuara : 80)

    "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dalam apa yang diharamkan-Nya atasmu" (HR. Imam Bukhari)

    "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan Dia menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu, dan jangan kamu gunakan barang yang haram" (HR. Abu Dawud)

    SEMINAR

    MMLC Nasional 3 - FULDFK 2013 klik di sini
    MMLC & Coronaria
    Media Center informasi acara MMLC FULDFK DEW IV FULDFK 2010 klik di sini

    Silaturahmi Muslimah Jateng & DIY 2010 & Talk Show Muslimah, "Save Your Life From The Threatening of Cancer" klik di sini
    ANTIBIOTIC IV
    Informasi seputar Antibiotic 4 BAI FK Unissula Klik di sini
    SEMINAR MUSLIMAH
    Silaturahmi Muslimah Nasional 2007. Talk Show Muslimah CANTIK ISLAMI, "The Essence of The Real Beauty" klik di sini
    Team Members

    [Login Member]
    September 09, 2010
    SMS dari Majelis Syura dan Ummat
    Wahai makhluk yang sempurna, janganlah engkau melihat kecilnya kesalahan, tapi lihatlah keagungan Allah Yang Maha Sempurna yang engkau durhakai
    = 085640452xxx =

    Dari Hasan bin Ali, Rasulullah bersabda : ”Tinggalkan apa saja yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu” (HR. An-Nasai At-Tirmidzi)
    = 08995589xxx =

    Usia telah berlalu, wahai tawanan kelalaian. Oleh karena itu, gunakanlah usia dengan sebaik mungkin. Segeralah bertaqwa sebelum kematian datang menjemput
    = 085640452xxx =

    Kemenangan sejati hanya atas kehendak Allah, karena Allah yang paling tahu yang terbaik bagi islam.. Ridlo Allah untuk bulir-bulir keringat kita yang menetes di atas jalan dakwah lebih tinggi nilainya dibanding tepuk tangan dan sanjungan manusia
    = 081326490xxx =

    Apakah kamu ingin mencari jalan keluar untuk mengobati dingin di tengah musim hujan??? selimuti hati dan jiwamu dengan air mata bertaubat kepada Allah
    = 085640452xxx =
    posted by admin BAI @ 8:45 PM   0 comments
    September 05, 2010
    Kehalalan Suatu Obat Diragukan!
    Ketersediaan akan obat-obatan halal, sangatlah penting bagi negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini. Namun apakah obat-obatan di negeri ini sudah halal? Dari data yang diperoleh dari LPPOM MUI menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada satu pun obat yang memiliki sertifikat Halal. Hanya ada beberapa produk cangkang capsul yang bersertifikat halal (antaranews.com; republika.co.id). Sangat disayangkan! Lebih memperihatinkan lagi sebuah analisa yang diungkapkan oleh salah seorang anggota ICMI dan Federation of Islamic Medical Association (FIMA) yang menyatakan, bahwa hampir 90% dokter Muslim di Indonesia tidak tahu halal dan haramnya obat yang beredar. Semua itu terjadi karena memang fakultas-fakultas kedokteran tidak pernah mengajarkan hal ini kepada mahasiswanya (hidayatullah.com). Luar biasa! Lalu siapa yang harus bertanggungjawab?

    Ada beberapa titik krtitis obat yang menjadi sorotan tajam. Titik kritis obat tersebut yaitu ada pada alkohol yang digunakan sebagai pelarut obat batuk, penggunaan ginjal kera, sel kanker manusia, serum dari sapi, dan enzim untuk pembuatan berbagai jenis vaksin. Titik kritis obat ini juga ada pada gelatin babi yang digunakan sebagai bahan pembuatan cangkang capsul. Gelatin merupakan protein yang larut dan bisa bersifat sebagai gelling agent (bahan pembuat gel) maupun non gelling agent. Namun, selain berasal dari babi, bahan pembuat cangkang capsul bisa juga diperoleh dari sesuatu yang berasal dari sapi. Gelatin dari sapi inilah yang halal, asalkan sapi ini disembelih sesuai dengan syariat.

    Kurangnya perhatian dan ketegasan dari pemerintah dan minimnya pengetahuan masyarakat akan obat-obatan halal menyebabkan para produsen obat tidak mengindahkan himbauan yang telah diberikan oleh MUI untuk mendaftarkan produknya agar memiliki sertifikat halal. Kebanyakan masyarakat menganggap mudah masalah obat ini karena menganalogikan bahwa obat termasuk perkara darurat, sehingga masyarakat kurang mempedulikan kehalalan obat ini. Padahal sudah tidak asing lagi bagi kita, bahwa parameter darurat adalah ketika jiwa tengah terancam.

    Lalu bagaimana hukum berobat dengan barang haram?

    Para ulama dalam hal ini berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya berobat dengan suatu zat yang najis atau haram. Setidaknya ada tiga pendapat :

    1. Jumhur ulama mengharamkan berobat dengan zat yang najis atau yang haram, kecuali dalam keadaan darurat. (Imam Syaukani, Nailul Authar, Juz XIII).
    2. Sebagian ulama, seperti Imam Abu Hanifah dan sebagian ulama Syafiiyah menghukumi bolehnya berobat dengan zat yang najis. (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, Juz VI).
    3. Sebagian ulama lainnya, menyatakan makruh hukumnya berobat dengan zat yang najis atau yang haram. (Taqiyuddin an-Nabhani, Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, Juz III).

    Menurut penulis, pendapat yang rajih (lebih kuat) dalam masalah ini adalah pendapat ketiga, yang memakruhkan berobat dengan zat yang najis atau yang haram, karena dalilnya lebih kuat. Menurut Imam Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah III, berobat dengan sesuatu yang najis/haram hukumnya makruh, bukan haram. Dalil kemakruhannya dapat dipahami dari dua jenis hadis, yaitu adanya hadis-hadis yang melarang berobat dengan sesuatu yang haram/najis, dan ada pula hadis-hadis yang membolehkan berobat dengan sesuatu yang haram/najis. Adanya hadits kedua ini menjadi indikasi bahwa larangan yang ada pada hadis pertama bukanlah larangan tegas (haram), namun larangan tidak tegas (makruh). Hadis yang melarang berobat dengan sesuatu yang haram/najis yaitu :

    “Sesungguhnya Allah-lah yang menurunkan penyakit dan obatnya, dan Dia menjadikan obat bagi setiap-tiap penyakit. Maka berobatlah kamu dan janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR Abu Dawud)

    Dari hadis tersebut, tidak otomatis berobat dengan sesuatu yang haram hukumnya haram, karena hadis larangan itu tidak bersifat tegas. Olehkarenanya diperlukan dalil lain sebagai indikasi apakah larangan ini bersifat jazim (tegas haram), ataukah tidak jazim (makruh). Dalam Sahih Bukhari terdapat hadis yang menyatakan, bahwa orang-orang suku ‘Ukl dan Urainah datang ke kota Madinah menemui Rasulullah lalu masuk Islam. Kemudian mereka sakit karena tidak cocok dengan makanan Madinah. Rasulullah lalu memerintahkan mereka untuk meminum air susu unta dan air kencing unta. (Sahih Bukhari). Begitu pula di dalam Musnad Imam Ahmad, Rasulullah pernah memberi keringanan kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Awwam untuk mengenakan sutera karena keduanya menderita penyakit kulit. (HR Ahmad). Kedua hadis ini menunjukkan bahwa bolehnya kita berobat dengan sesuatu yang najis, yaitu air kencing unta, dan sesuatu yang haram, yaitu sutera bagi laki-laki. (Fahad bin Abdullah Al-Hazmi, Taqrib Fiqh Ath-Thabib). Kedua hadis ini menunjukkan bahwa larangan berobat dengan sesuatu yang najis/haram tidak haram, tetapi makruh. Namun, mengingat adanya khilafiyah di kalangan ulama dalam hukum berobat dengan sesuatu yang haram ini, maka sebaiknya kita mencari obat yang bahannya suci dan tidak diharamkan. Inilah tugas pemerintah untuk mengadakan obat-obatan yang halal!

    Pemerintah sebagai pelayan umat, sebagai permimpin umat sudah selayaknya menjaga rakyatnya untuk tetap mengonsumsi makan dan obat-obatan yang halal. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang diberi kekuasaan oleh Allah untuk mengurusi sesuatu dari urusan umat Islam kemudian ia tidak memperhatikan kepentingan, kedukaan dan kemiskinan mereka, maka Allah tidak akan memperhatikan kepentingan, kedukaan dan kemiskinannya nanti pada hari Kiamat” (HR. Abu Daud dan Turmudzi). Tidak selayaknya negara yang mayoritas muslim dalam berobat tidak terjaga kehalalannya.

    Namun jika tidak memungkinkan dilakukan oleh pemerintah karena adanya agama lain yang “mengharamkan” sapi, maka sudah selayaknya pemerintah memaksa para produsen baik makanan maupun obat-obatan untuk mencantumkan logo “bersumber babi” pada kemasannya dengan digit warna hitam di atas dasar berwarna putih. Sedangkan pada bahan pangan, selain digit “mengandung babi” disertakan pula gambar babi.

    Bagaimanapun pengadaan obat-obatan halal harus ada! Para cendikiawan Muslim, para politisi Muslim, mahasiswa Muslim, dokter-dokter Muslim harus terus mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dalam hal ini. Ketersediaan obat-obatan halal bertujuan agar semua masyarakat muslim dapat keluar dari perbedaan ulama, sebab kaidah fiqih menyebutkan,”Al-Khuruj minal khilaf mustahab.” (Menghindarkan diri dari persoalan khilafiyah adalah sunnah). (Imam Nawawi, Syarah Muslim) Wallahu a’lam… [Y-A]

    Referensi
    1. An-Nabhani. 2009. Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah Jilid III. Jakarta
    2. Jurnal Halal MUI. 2010. Bahan Haram dalam Obat. Halalmui.org
    3. Titik kritis Kehalalan Bahan Obat-obatan, 2007. LPPOM Pusat

    (Sumber: I-Med Edisi 2/2010/BAI FK Unissula - FULDFK)

    Labels:

    posted by admin BAI @ 8:09 PM   0 comments
    September 01, 2010
    Kembali Fitri, di Hari yang Fitri
    Oleh : Divisi Jurnalistik BAI 2009

    Suasana Idul Fitri masih melekat di tengah masyarakat kita. Ungkapan “Minal ‘aidzin wal faidzin” pun masih terus mengalir di bibir kita pada sanak keluarga dan handai tolan. Yaa…Idul Fitri memang hari yang sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim. Pada hari itu, kita merayakan kemenangan setelah satu bulan penuh menahan lapar dan dahaga. Pada hari itu pula, kita saling memaafkan teman, tetangga dan juga sejawat kita.

    Saudaraku.. sebenarnya apa sich makna Idul Fitri itu sendiri ? Idul Fitri secara etimologis, terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘Id, yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, berasal dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri, selalu berulang dan kembali datang setiap tahunnya. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab). Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’(ifthaar).

    Secara terminologis, Idul Fitri adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah bila Idul Fitri disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

    Sebuah Kesalahan besar, jika kita memaknai Idul Fitri hanya sebagai `perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum` sehingga yang tadinya dilarang makan siang, setelah Idul Fitri datang, maka kita akan balas dendam dengan makan opor ayam sebanyak-banyaknya. Atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat, setelah Ramadhan usai maka kemaksiatan kembali merajalela.

    Makna Idul Fitri seperti ini, sebaiknya kita jauhi dan kita benahi, Mengapa ? karena tujuan utama kita di Hari Kemenangan ini ialah bukan untuk menuruti nafsu kita, akan tetapi meraih ketakwaan yang lebih tinggi. Alangkah baiknya, jika Idul Fitri dimaknai sebagai `kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci` sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Kelahiran kembali ini kita artikan, bahwa seorang Muslim yang telah melewati Ramadhan dengan puasa dan segala ragam ibadahnya harus mampu meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT lebih baik dari yang sebelumnya.

    Saudaraku, saya yakin Idul Fitri kali ini adalah Idul Fitri yang kesekian kalinya dijalankan. Setiap tahun kita selalu merayakannya bersama keluarga kita. Setiap tahun pula, kita menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Sangat disayangkan sekali jika Ramadhan dan Idul Fitri kali ini lewat begitu saja, tanpa bekas di hati kita, tanpa ada prestasi yang lebih baik dari tahun lalu.

    Pada momen Idul fitri inilah, saatnya kita untuk Kembali Fitri, kembali kepada fitrah kita sebagai seorang hamba yang senantiasa taat pada perintah-Nya. Pada momen ini pula, saatnya kita untuk memperbaiki diri, memperbaiki sikap dan memperbaiki ucapan kita yang mungkin sering menyakiti perasaan orang lain. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.

    Saudaraku, dalam kesempatan kali ini, marilah kita saling mengulurkan tangan dan saling memaafkan. “Selamat Idul Fitri dan Selamat Memperbaiki diri”. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan serta ridha dari Allah SWT (Amin).

    Labels:

    posted by admin BAI @ 8:57 PM   0 comments
    Bekam, Cara SeHat aLa RaSuL..
    Oleh : Divisi Edukasi BAI 2009

    Saudaraku, pengobatan Bekam, sudah sangat popular di Indonesia bahkan di seluruh penjuru Dunia. Khasiat pengobatan Nabi ini pun sudah tak diragukan lagi. Menurut sebuah situs, disebutkan bahwa Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

    Banyak diantara kita yang belum memahami, “Bagaimanakah Mekanisme Kerja dari Bekam ?”. Mari kita bahas bersama-sama.. Bila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.

    Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

    Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.
    Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental..

    Bekam merupakan salah satu pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, berikut haditsnya. Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhari)

    Saudaraku, Sekarang kita akan membahas, Penyakit apakah yang bisa diobati dengan cara BerBekam ? Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa diantara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll). Inilah aneka ragam penyakit yang bisa disembuhkan dengan berbekam.

    Lalu, Apakah ada kontraindikasi / efek samping yang terjadi akibat bekam? Dan Orang dalam kondisi seperti apakah yang tidak boleh dibekam?

    Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, terkadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.

    Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).

    Saudaraku, Mau tau siapa saja yang boleh dibekam? Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.

    Nah Saudaraku, jika kamu punya keluhan yang bisa diobati dengan bekam dan Kamu termasuk orang yang aman untuk diBekam, jangan ragu silahkan coba pengobatan Bekam ini. InsyaAllah penyakit kamu bisa sembuh, aman dan sesuai dengan yang dicontohkan Nabi.. “ Selamat Mencoba”

    Labels:

    posted by admin BAI @ 8:54 PM   0 comments
    Aku Cinta Membaca...
    Pelajaran dari Perang Badar

    Jika kita membuka lembaran sirah Rasulullah, kita akan menjumpai persepsi lain yang sangat indah dan sangat berbeda anta masa itu dengan masa setelahnya, bahkan dengan zaman sekarang ini. Peristiwa tersebut ialah tentang tawanan pada Perang Badar. Saat itu Rasulullah meminta tawanan orang musrik yang ingin menebus dirinya agar mengajar cara membaca dan menulis sepuluh orang muslim. Ini merupakan hal yang sangat aneh. Apalagi saat itu masih banyak orang yang buta huruf. Namun, membaca, menulis, dan belajar merupakan kebutuhan primer bagi umat mana saja yang ingin bangkit, maju dan meningkat.

    Jika kita lihat kondisi Muslim saat Perang Badar, kita akan mendapati bahwa sebenarnya mereka membutuhkan harta kekayaan serta membutuhkan penjagaan terhadap para tawanan untuk menekan Quraisy, atau menjaga mereka dengan tukar – menukar jika terdapat Muslim yang ditawan.

    Tetapi Radulullah melihat ada yang lebih penting dari itu semua, yakni mengajari orang islam membaca. Hal itu merupakan titik perhatian yang sangat penting dalam pikiran Rasulullah. Beliau ingin membangun umat Islam dengan bangunan yang sempurna sehingga para sahabat memiliki kemampuan berbahasa yang lebih unggul daripada musuh musuhnya. Kita dapat melihat contoh ini dari Zaid bin Tsabit yang mengungguli sahabat sahabat yang lain. Ia sangat mahir dalam masalah membaca dan menulis. Ia menjadi penulis wahyu dan menjadi sekretaris pribadi rasulullah serta penerjemah bahasa Suryani dan Ibrani. Ini semua terjadi ketika ia baru berumur tiga belas tahun. Selain itu kita mengenal sahabat yang bernama Abu Hurairah dan bagaimana kekuatan hafalannya. Ia adalah sahabat yang paling banyak menghafal hadists rasulullah.

    Perhatikanlah, apa yang ia ceritakan tantang dirinya, sebagimana termaktub dalam hadits riwayat Imam Al Bukhari, ” Tidak ada sahabat Nabi yang hafalannya melebihi aku. ” Namun demikian, meskipun derajatnya begitu tinggi, ia masih saja ” kalah” dari Abdullah bin Amru bin Ash. Mengapa demikian? Sebab, Abdullah bisa membaca dan menulis.

    Sejarah islam juga mencatat perpustakaan Islam merupakan perpustakaan yang paling besar di dunia. Bahkan, tidak ada yang menandinginya dalam jangka waktu yang sangat lama. Diantaranya adalah perpustakaan Baghdad, Kordova, Isybiliyah, Gharnathah, Kairo, Damaskus, Tarabulus, Madinah, dan Al-Quds.

    Inilah sejarah yang sangat panjang dari segi pengetahuan, kebudayaan, dan keilmuan. Inilah nilai membaca dalam kacamata islam. Selain itu, inilah nilai membaca dalam sejarah orang islam.

    Sayangnya, dengan semua catatan sejarah dan seluruh nilai yang ada, saat ini umat Islam sedang mengalami ” buta huruf” yang sangat dahsyat. Kondisi ini jauh berbeda dengan umat Al-Qur’an dan umat zaman dahulu. Padahal, kata pertama yang ada dalam Al-Qur’an adalah sama, yakni, ” Bacalah!”

    Saat ini jumlah umat islam yangbuta sama sekali ( tidak bisa membaca dan menulis ) mencapai 37 %. Walaupun jumlah buta huruf ini sangat memprihatinkan, tapi dunia Islam mengalokasikan anggaran biaya pendidikan kurang dari 4 % dibandingkan jumlah penduduk secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak mendapat perhatian yang serius. Padahal, ini merupakan masalah kritis yang sangat membutuhkan penanganan segera.

    Selain daripada itu manusia zaman sekarang tidak mau lagi membaca, meski hanya sekadar membaca yang bisa menopang hidupnya agar selamat. Apalagi membaca yang bisa menghasilkan ilmu, menghasilkan ketrampilan khusus, dan meraih pengetahuan yang tinggi. Dengan demikian, sikap berbahaya ini merupakan penolakan terhadap peradaban. Sebab, kunci agar umat ini bangkit adalah kalimat, ” Bacalah!”

    Umat tidak akan maju tanpa membaca. Karena itu, salah satu tokoh Yahudi mengatakan, ” kita tidak takut dengan orang Islam. Sebab orang Islam adalah umat yang tidak membaca.”

    Terus masalah lain lagi adalah keengganan untuk membaca, disana ada masalah lain. Yakni , kebanyakan pemuda yang menghabiskan waktunya untuk membaca, tidak selektif dalam memilih bahan bacaan yang mereka baca. Karena itu, berlalulah waktu demi waktu, hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun begitu saja. Ini adalah masalah yang sangat parah. Sekiranya membaca merupakan suatu hal yang sangat penting, maka materi yang wajib kita bacapun lebih penting dari itu.

    Membaca adalah sarana dan kita membaca agar kita tahu. Hal ini sebagai mana yang Allah jelaskan dalam lima ayat yang pertama dari Al Qur’an. Allah berfirman :
    ” Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar ( manusia ) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada menusia apa yang tidak diketahuinya.” ( Al – Alaq 1 – 5 ).

    Dari ayat tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa tahu adalah tujuan dari membaca, Allah tidak memulai Al Qur’an dengan kata kata, ” Belajarlah. ” Namun, Dia menyebutkan dengan tegas ” Bacalah!”

    Sungguh, tidak ada keraguan bahwa disana banyak cara untuk belajar, seperti dengan mendengar, melihat, pengalaman, dan latihan. Akan tetapi, sarana yang paling agung tetap ”membaca.” dengan hal ini, seakan Allah mengajarkan kepada kita, bahwa meskipun disana ada sarana banyak untuk belajar, namun kita harus tetap membaca.

    Dua syarat membaca
    Dalam Q.S Al – Alaq ayat 1 – 5 , Allah menegaskan kepada kita bahwa ada dua syarat yang sangat penting dalam membaca.

    Syarat pertama, bacalah dengan nama Rabb- mu yang telah menciptakan. Maksudnya, membaca itu harus dengan nama Allah dan tidak boleh smembaca sesuatu yang membuat Allah murka atau membaca sesuatu yang dilarang oleh Allah. Jadi membaca itu harus dengan niat karena Allah dan sesuai dengan aturan Allah, untuk kemaslahatan bumi dan manusia, serta untuk kebaikan di dunia dan diakhirat.

    Syarat kedua, hendaknya dengan membaca suatu ilmu tidak mengeluarkan kita dari sifat rendah hati. Kita tidak boleh sombong dengan keilmuan kita. Tetapi kita harus selalu ingat bahwa Allah-lah yang telah memberikan ilmu itu kepada kita. Makna ini tidak boleh dilupakan oleh para pembaca atau pencari ilmu selama lamanya, meskipun ia telah mencapai ilmu yang paling canggih pada masanya. Ketahuilah bahwa Allah-lah yang mengajarinya.

    Allah telah berfirman, ” bertakwalah kepada Allah dan Dia-lah yang telah mengajarimu.” ( Al – Baqarah : 282 ). Adapun firman yang lain, ” Dan akau tidak diberi ilmu, kecuali hanya sedikit.” ( Al- Isra’ : 85 ). Karena itu, kita jangan merasa sombong tehadap orang orang yang tidak tahu terhadap apa yang telah kita ketahui.

    Wahyu yang pertama telah memberikan cara yang benar dalam menuntut ilmu dan cara menggunakannya, yakni harus ada pengakuan bahwa nikmat ilmu itu dari Allah. Disamping itu, seluruh kemampuan ilmu dan membaca harus diarahkan dalam rangka meraih ridha- Nya.

    So intinya mulailah dari sekarang untuk terbiasa membaca setiap ada waktu luang. Kalau perlu kita bikin slogan tiada hari tanpa membaca...jadi kita bisa terus semangat untuk membaca. Apabila kita menjadikan membaca itu sebagai konsep hidup maka tidak akan ada lagi istilah ”Bosan Membaca”. dan kalau kita sering membaca berarti kita sudah ikut berpartisipasi untuk memajukan umat Islam. Berikut ini ada 10 cara menumbuhkan minat baca :

    1. Apa Tujuan Kamu membaca ?
    Cara ini adalah cara yang paling penting, yakni menghadirkan niat. ” Saya membaca karena Allah, Saya membaca agar berguna bagi saya didunia dan diakhirat, Saya membaca agar berguna bagi umat.

    2. Menyusun perencanaan dalam membaca
    Cara terpenting yang membantu agar senang membaca ialah menyusun perencanaan dalam membaca. tak ada gunanya membaca asal – asalan. Akan tetapi hendaknya kita menyusun perencanaan yang jelas dalam membaca. perencanaan harus melihat fasilitas yang ada.Tentunya disesuaikan dengan kemampuan, yakni berupa waktu yang tepat, buku yang sesuai, dan kapasitas untuk menguasainya.

    3. Mengatur Waktu
    Dengan cara menggunakan semaksimal mungkin waktu – waktu yang jelas jelas kosong. Maksudnya, jangan menunggu sampai malam untuk membaca bacaan wajib kamu, tentukan waktu yang jelas untuk membaca.

    4. Mulailah setahap demi setahap
    Cara ini digunakan agar kita tidak cepat merasa bosan bahkan akan membuat kita berhenti dari membaca. Bacalah buku tersebut sedikit demi sedikit, sehingga ketika sebagian orang membaca lembaran – lembaran maka semangat membacanya akan menggelora, meningkat hikmahnya, dan akan buru buru membeli setumpuk buku.

    5. Totalitas dalam membaca
    mulai dari sekarang tegaskan bahwa membaca bukanlah hobi melainkan pekerjaan yang sangat terpuji yang membutuhkan waktu, harta, kesungguhan, dan pengorbanan.

    6. Teratur dalam mengikat makna
    Menjaga keteraturan dalam mengambil ilmu, yakni dengan sistem pencatatan yang tertata rapi. Selalu menjaga keteraturan dan kerapian sangat dibuthkan dalam segala aspek.

    7. Buatlah perpustakaan dirumah

    8. Sampaikan yang kamu baca!
    Sampaikan yang telah kita baca kepada orang lain, dengan cara seperti itu ilmu akan terpatri dalam otak kita dan orang lain pun bisa mengambil manfaatnya.

    9. Bantu sahabat kamu dalam membaca
    Dalam hal ini, kita bisa membentuk kelompok bersama sahabat sahabat kita untuk membaca bersama tetapi tema yang dibaca berlainan. Selanjutnya masing masing menyampaikan apa yang telah dibacanya. Dengan demikian, masing masing akan bertukar ilmu dalam tata cara yang beraturan dan menyenangkan.

    10. Carilah ilmu dari para ulama
    Bertanyalah kepada seorang ahli, ” Apa yang kita baca? Dari buku apa kita memulai/ Buku mana yang lebih bagus dalam masalah ini? Jika anda telah membaca permasalahan tertentu, lalu judul apa yang anda baca/ begitu seterusnya. Kebanyakan orang menghabiskan waktu untuk membaca sesuatu yang tak berguna, atau membaca buku yang sulit. Padahal, disana ada buku yang lebih mudah atau buku yang bermanfaat.

    Oleh : Ukhti FK'2005
    Sumber : Buku Spiritual Reading, hidup lebih bermakna dengan membaca.
    Penulis : Dr. Raghib As – Sirjani bersama Amir Al - Madari
    posted by admin BAI @ 8:52 PM   0 comments
    Back to ThiBun NaBaWi YuuKz...
    Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat. Di antaranya adalah:

    1. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
    2. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat. Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.
    3. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.
    4. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti: Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.

    Labels:

    posted by admin BAI @ 8:50 PM   0 comments
    Al-Quran
    "Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang"

    "Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya), sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu semoga kamu bertaqwa"
    (QS. al-An'am : 153)

    "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu..."
    (al-Qashash : 77)

    Artikel Lainnya
    Arsip Artikel
  • Arsip Sesuai Relevansi
  • Archive
    Kalender Kegiatan
    BASIC TRAINING
    Informasi seputar ANTIBODY XVIII (Annual Training for Better Organization and Islamic Health Community) klik di sini
    Tinggalkan Pesan
    Facebook

    LINK PARTNER
  • FULDFK
  • STATS