Badan Amalan Islam (BAI) FK Unissula

Be a Good Moslem Be a Professional Doctor
Halaman Depan | Kontak Kami | Pengurus | Program Kegiatan
"Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang menyembuhkan aku" (QS. AsySyuara : 80) .:|:. "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dalam apa yang diharamkan-Nya atasmu" (HR. Imam Bukhari) .:|:. "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan Dia menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu, dan jangan kamu gunakan barang yang haram" (HR. Abu Dawud)
Dari Redaksi
Selamat Datang di Homepage BAI Fakultas Kedokteran Unissula. Selamat Menjelajahi Situs ini (Redaksi)

Kami mohon maaf jika saat Anda mendownload suatu file, bertebaran banyak iklan di layar Anda. Sekali lagi mohon maaf karena minimnya fasilitas dari kami. Terima Kasih (Redaksi)
Kategori
  • Nafais Tsamarah
  • Microbiology
  • Opini
  • Berita
  • Riset
  • Peradaban
  • Pemikiran
  • Muslimah
  • Siyasah
  • Aksi Mahasiswa
  • Thibbun Nabawi
  • Ensiklopedi
  • Uncategorized
  • Weblink
  • Menu BAI
  • News Release
  • Majelis Syura
  • Mentoring
  • KSS
  • Info Kegiatan
  • Info Finansial
  • Info FULDFK
  • Kegiatan Eksternal
  • Buletin Al-Haqq
  • Mading Al-Bayyan
  • Majalah Al-Firdaus
  • I-Med edisi Unissula
  • Download
  • Ebook Aqidah
  • Ebook Taffsir
  • Ebook Hadits
  • Ebook Muslimah
  • Sistem Politik
  • Kedokteran
  • Dokumen BAI
  • Kuliah Islam
    Materi kuliah Islam Disiplin Ilmu Kedokteran FK Unissula

  • Belajar & Berfikir
  • Komunikasi
  • Masalah Kesehatan
  • Hematopoetin
  • Imun & Kulit Kelamin
  • Hormon & Metabolisme
  • Muskuloskeletal
  • Cardiovascular
  • Pernapasan
  • Pencernaan
  • Enterohepatik
  • Penyakit Tropis
  • Saraf
  • Metodologi Penelitian
  • Urogenitalia
  • Reproduksi
  • TumBang & Geriatri
  • Perilaku dan Jiwa
  • KB & Kependudukan
  • Penglihatan
  • THT
  • SKN
  • Kegawat Daruratan
  • Manajemen RS
  • Mutiara Kata
    "Dan apabila aku sakit, maka Dialah Yang menyembuhkan aku" (QS. AsySyuara : 80)

    "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dalam apa yang diharamkan-Nya atasmu" (HR. Imam Bukhari)

    "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan Dia menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu, dan jangan kamu gunakan barang yang haram" (HR. Abu Dawud)

    SEMINAR

    MMLC Nasional 3 - FULDFK 2013 klik di sini
    MMLC & Coronaria
    Media Center informasi acara MMLC FULDFK DEW IV FULDFK 2010 klik di sini

    Silaturahmi Muslimah Jateng & DIY 2010 & Talk Show Muslimah, "Save Your Life From The Threatening of Cancer" klik di sini
    ANTIBIOTIC IV
    Informasi seputar Antibiotic 4 BAI FK Unissula Klik di sini
    SEMINAR MUSLIMAH
    Silaturahmi Muslimah Nasional 2007. Talk Show Muslimah CANTIK ISLAMI, "The Essence of The Real Beauty" klik di sini
    Team Members

    [Login Member]
    April 29, 2010
    Kehalalam Suatu Obat Diragukan
    Seminar Lokal Semarang
    "Kehalalan Suatu Obat Diragukan"

    - Kehalalan Obat
    - Kehalalan Suatu Obat Diragukan
    - Agar Obat yang Beredar di Indonesia Halal

    Presented by
    BEM FK Unissula

    Labels:

    posted by admin BAI @ 3:56 PM   0 comments
    Nafais Tsamarah 2
    NAFAIS TSAMRAH: Imam Syafii berkata: Jagalah lisanmu, jangan biarkan ia menyebut kekurangan orang lain, karena dirimu penuh kekurangan. Peliharalah kedua matamu, jika memperlihatkan aib orang lain kepadamu. Jagalah dan katakan, Hai mata, orang lain pun banyak punya mata. (Ila ad-Dzina Asrafu ‘ala Anfusihim, Aidh al-Qarni). Ar-Rabi’ ibn Khaitsam, tabiin yg terkenal ahli ibadah, selalu menghisab lisannya dari Hari Jum’at ke Jum’at berikutnya. Subhanallah


    Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Walladzi nafsi biyadihi la shautu Abi Thalhah fi al-jaisy khairun min mi’ah farisin
    (Demi Dzat yg jiwaku dalam genggaman-Nya, suara Abi Thalhah dalam pasukan lebih baik ketimbang 100 penunggang kuda).

    Ini adalah kemuliaan yg Allah berikan kepada beliau karena puasa Ramadhan saat berjihad. Semoga puasa dan ketaatan kita di bulan Ramadhan ini bisa menggetarkan dan mengalahkan musuh Islam dan kaum Muslim.

    Labels:

    posted by ariefudin @ 11:25 AM   0 comments
    April 11, 2010
    Penyakit dan Obat Pada Lalat
    islamicmedicine.org - Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad).

    Dalam rwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah)

    Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

    Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut.

    Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut. Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat. Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.
    posted by ariefudin @ 11:45 AM   0 comments
    Hemoglobin Dan Protein Babi Terdapat pada Rokok
    Eramuslim - Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa Anda mengetahui semua efek samping negatif dari merokok? Sebuah studi baru di luar negeri menunjukkan rokok mungkin mengandung darah babi yang jelas-jelas terlarang untuk kaum Muslim. Ini adalah penelitian terbaru dari The Australian.

    Profesor Simon Chapman yang berasal dari Universitas Sydney, yang melakukan penelitian yang sudah dirintis oleh sebuah institusi Belanda, mengidentifikasi bahwa saat ini setidaknya 185 industri yang mengandung unsur babi, termasuk penggunaan hemoglobin dalam filter rokok, The Australia melaporkan.

    "Saya pikir bahwa ada beberapa kelompok, khususnya mereka yang relijius, yang menganggap produk babi dalam rokok sangat ofensif," ujar Chapman. Menurut Chapman, bukan hanya orang Islam yang dirugikan oleh hal ini, tapi juga orang Yahudi dan kaum vegetarian.

    Menurut studi ini, hemoglobin protein dan hemoglobin babi digunakan dalam rokok untuk membuat filter lebih efektif.

    Chapman mengatakan bahwa tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti merek rokok apa saja yang menggunakan hemoglobin babi. "Perusahaan rokok hanya mengatakan bahwa 'bisnis kami merupakan rahasia dagang kami.'"

    "Jika Anda seorang perokok dan Anda adalah seorang Muslim, maka Anda akan mencari tahu hal itu." pungkas Chapman.

    http://www.eramuslim.com/berita/dunia/penelitian-rokok-mungkin-mengandung-hemoglobin-dan-protein-babi.htm

    Labels:

    posted by ariefudin @ 11:41 AM   0 comments
    Mahasiswa Harus Berjuang Untuk Tegaknya Syariah
    Di kampus-kampus, beragam pemikiran berkembang. Ada pemikiran yang sesuai dengan fikrah Islamiyah, ada pula yang tidak. Di sanalah tempat para generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin dan memimpin negara ini. Membawa negara ini dengan seperangkat peraturan hidup. Apakah peraturan hidup itu berbentuk sistem kehidupan kapitalisme, sosialisme, ataukah sistem kehidupan Islam, semuanya bergantung dari masifnya pergolakan pemikiran yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus-kampus.

    Mahasiswa di kampus tidak hanya dididik didalam sebuah institusi pendidikan yang dikurikulumkan saja, tetapi juga dididik oleh lingkungan kampus yang bercorak dan beragam pemikiran. Ada pemikiran yang memberi petunjuk, ada pula pemikiran yang menyesatkan. Ada pemikiran yang menggugah untuk membela syariah Allah, ada pula pemikiran yang menggugah untuk menentang syariah Allah. Kesemuaanya lengkap ada di dunia kampus. Dunia intelektual yang akan membawa misi ideologi untuk mengatur kehidupan manusia.

    Di Perguruan Tinggilah para pemimpin negara ini dibentuk. Penguasa yang saat ini menjadi pemimpin umat dipengaruhi oleh cara berfikirnya saat menjadi mahasiswa. Beberapa fakta yang mendukung hal ini ialah ketika beberapa perguruan tinggi di negara kita berkiblat kepada Barat, ketika pelatihan-pelatihan leadership mengadopsi kepemimpinan model Barat, ketika penyelesaian kasus-kasus kenegaraan melihat cara berdemokrasinya Barat, dan contoh-contoh lainnya yang sangat melimpah. Fakta-fakta tersebut sudah membuktikan bahwa cara berfikir pemimpin negara ini belum menyentuh cara berfikir secara Islam. Mereka belum percaya diri untuk mencontoh metode syariah dalam mengatur hal pendidikan, leadership, kenegaraan dan lain sebagainya. Mereka belum mau menyentuh metode tersebut karena memang sejak dini mereka didoktrin untuk menerapkan paham sekularisme yang memisahkan antara agama dan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.



    Pergolakan pemikiran di kampus-kampus memerlukan penanganan yang serius. Pergolakan pemikiran tidak bisa dianggap sebelah mata, karena perguruan tinggilah yang mencetak para pemimpin negara ini. Adanya mahasiswa pejuang demokrasi, mahasiswa nasionalis, mahasiswa sosialis, mahasiswa liberalis, semuanya terjadi karena negara membiarkan semua ideologi asing masuk ke tengah-tengah umat. Demokrasi dipelajari di sekolah-sekolah menengah, sehingga ketika mereka menjadi mahasiswa, dan bertemu dengan komunitas yang memperjuangkan demokrasi, tidak sedikit mereka yang tanpa pikir panjang bergabung dengan komunitas tersebut. Malasnya sebagian mahasiswa baru untuk mempelajari ideologi, mana ideologi yang menyesatkan dan mana ideologi yang menyelamatkan, menjadikan ideologi kufur yang mereka telan mentah-mentah di bangku-bangku sekolah untuk diperjuangkan olehnya. Yang menyedihkan adalah ketika mahasiswa yang ikut memperjuangkan pemikiran asing ini adalah mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai mahasiswa Islam.

    Mahasiswa sebagai kaum intelektual semestinya memahami apakah ilmu-ilmu umum yang diterima di sekolah menengah sesuai dengan Islam ataukah tidak. Dari mana asalnya demokrasi, nasionalisme dan patriotisme, dan apa tujuannya haruslah dipahami olehnya. Sebagian dari mereka tidak menyadari ketika ideologi yang mereka perjuangkan adalah ideologi para penjajah yang siap mencengkeram umat Islam di negara ini. Ideologi yang pernah menghancurkan institusi Daulah Utsmaniyah tahun 1924. Namun kesadaran sebagian mahasiswa untuk menelusuri sejarah dan fakta akan ideologi penjajah tersebut sangat rendah. Mereka menelan mentah-mentah ideologi asing itu untuk mereka taati dan mereka perjuangkan. Mereka sudah menjadi korban dari racun yang dihembuskan Barat dengan doktrin-doktrin yang mereka terima sejak duduk di sekolah-sekolah umum. Sebagian mahasiswa sekarang tidak melihat bahwa ideologi yang ditawarkan kepada mereka berasal dari Barat yang telah merusak tatanan kehidupan dunia. Mereka tidak melihat bahwa ideologi yang ditawarkan kepada mereka adalah senjata untuk menghabisi syariah Islam. Mahasiswa pemalas itu tidak tahu atau mungkin pura-pura tidak tahu bahwa yang menawarkan ideologi itu saat ini masih berlumuran darah saudaranya yang dibunuh di Palestina, Afganistan, Irak dan negeri muslim lainnya. Akankah generasi muda umat ini akan terus dalam keadaan demikian?

    Ketika sebuah ideologi asing diperjuangkan oleh mahasiswa nasionalis, dan mampu menjaring ribuan mahasiswa, apakah tidak mungkin ketika mahasiswa Islam yang memperjuangkan syariah menjaring bilyunan mahasiswa untuk menghabisi ideologi asing tersebut dan menegakkan opini syariah di tengah-tengah umat? Bukankah pertolongan Allah amat dekat?

    Mahasiswa memiliki lembaga yang mampu menggiring opini seluruh mahasiswa di kampusnya masing-masing dengan barisan yang teroganisir dengan baik. Kekuatan lembaga dakwah kampus (LDK) harus mampu mengimbangi dan membendung arus ideologi asing yang akan memakan korban mahasiswa-mahasiswa di kampusnya, khususnya mahasiswa baru. LDK perlu mengadakan sosialisasi dan opini mengenai pentingnya syariah untuk mengatur kehidupan barmasyarakat dan bernegara. Para aktivis dakwah LDK tidak hanya berhenti pada aktivitas-aktivitas menebar opini publik, tetapi juga harus selalu terdepan dalam memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh lingkungan kampus maupun situasi politik kenegaraan, menantang dan siap untuk menerima tantangan intelektual dengan bekal argumen yang kuat terhadap lembaga yang di dalam perjuangannya hendak menghabisi syariah.

    Setiap aktivis dakwah juga harus selalu terjaga tsaqafahnya agar tidak mudah digoncang, adanya integritas dan kesatuan antara kata dan perbuatan pada diri aktivis dakwah dan harus mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Pembinaan intensif LDK harus selalu terjaga dengan baik dan administrasi LDK harus tertata dengan rapi. Misi dakwah bukanlah misi main-main untuk sekedar mengisi waktu luang. Kesunggguhan dakwah dinilai dari perencanaan dan strategi dakwah yang matang. LDK atau bahkan individu sekalipun yang tidak memiliki strategi dakwah yang matang patut dipertanyakan kesungguhannya dalam berdakwah.

    Aset lain yang mendukung mahasiswa untuk menjaring bilyunan mahasiswa untuk mendukung tegaknya syariah ialah aqidah Islam mahasiswa yang telah tertanam sejak dulu. Kekuatan aqidahlah aset berharga untuk mendobrak kesadaran akan konsekuensi iman, yakni penerimaan akan ide-ide syariah untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Aqidah yang ada pada sebagian besar mahasiswa di Indonesia adalah aqidah Islamiyah. Hanya saja aqidah tersebut sedang terjangkiti virus-virus penjajah yang telah lama bercokol didalam dirinya. Ketika aqidah sebagai pondasi dasar dari syariah mulai dimunculkan ke permukaan dan mampu membantah ideologi para penjajah secara cemerlang, maka para mahasiswa intelektual akan mudah sekali untuk menerima syariah dan pada akhirnya akan ikut bersama memperjuangkannya. Mereka akan dengan mudah menilai mana yang haq dan mana yang batil. Mereka juga akan menilai bahwa lelahnya mahasiswa pejuang syariah, sama dengan lelahnya mahasiswa pejuang pluralisme, pejuang demokrasi, pejuang HAM dan lain sebagainya.

    Namun ada nilai yang berbeda dibalik itu semua. Mahasiswa pejuang syariah memperjuangkan apa yang diturunkan oleh Allah. Sedangkan mahasiswa yang berjuang untuk pluralisme, demokrasi, HAM dan lain sebagainya, tidak lain adalah upaya menghabisi syariah Allah dengan cara mengganti aturan Allah dengan aturan yang dibuat oleh para penjajah. [Y-A]

    Labels:

    posted by ariefudin @ 11:13 AM   0 comments
    NAFAIS TSAMARAH 1
    Imam Abu Hanifah pernah memberi nasihat kepada anak kecil: "Hati-hatilah, agar kamu tidak terjatuh ke lumpur". Anak kecil itupun membalas nasihat imam besar itu dengan nasihat, "Hati-hatilah Anda, agar Anda juga tidak terjatuh, karena kalau orang alim yang jatuh bisa membuat dunia pun jatuh." Setalah itu, beliau pun tidak berani mengeluarkan fatwa, kecuali setelah mempelajarinya selama sebulan penuh dengan murid-muridnya (Ibn ‘Abidin, Muqaddimah Hasyiyah Ibn ‘Abidin)

    Nasihat Imam Malik kepada Imam Syafi’i saat meninggalkan Madinah: "Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah. Janganlah kau matikan cahaya (ilmu) yang Allah anugerahkan kepadamu ini dengan perbuatan maksiyat. Allah berfirman (artinya): "Siapa saja yang tidak diberikan cahaya (ilmu) oleh Allah, maka dia sama sekali tidak akan mempunyai cahaya (QS. An-Nuur: 40) (Manhaj at-Tarbawiyah an-Nabawiyah li- at-Thifli. hlm.374)

    Labels:

    posted by admin BAI @ 11:10 AM   0 comments
    Istri Menggantikan Peran Suami
    Auf bin malik ra menuturkan bahwa Rasullullah SAW, bersabda: "Aku dan seseorang perempuan yang sepasang pipinya Nampak pucat, akan seperti ini (beliau dengan memberi isyarat dengan jari tengah dan telunjuk)pada hari kiamat kelak ,seorang perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya,yang memiliki kedudukan dan kecantikan,yang sabar mengurus anak-anak yatimnya hingga mereka berpisah dirinya atau meninggal dunia."(HR.Abu Daud .Lihat,jami'Al-hadist oleh As-Suyuthi 2/196)

    Dalam kehidupan ini ada banyak pahlawan yang tak dikenal tanpa identitas yang rela mengorbankan nyawanya demi anak-anak,atau saudara-saudara,atau kaum kerabatnya.

    Diantara meraka itu adalah,seorang istri dengan ikhlas dan setia hidup dalam naungan pemeliharaan suaminya.ia berharap bisa melewatkan seluruh usianya bersama sang suami hingga akhir hayat.kemudian ia dikejutkan dengan suratan takdir tuhan yang merenggut nyawa sang suami yang menyayangi dan perisai yang kokoh ini.Akibatnya mau tidak mau ia harus menjalani sisa hidupnya dengan anak-anaknya yang masih kecil dan masih bergantung padanya.Bagi mereka ,ia adalah harapan dan pelindung mereka.Namun bagaimanapun,ia adalah manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia dengan segala tuntutan dan kebutuhannya.Ia memiliki tubuh yang masih segar,muda dan cantik.ia juga memiliki kedudukan,keluarga,dan reputasi baik yang mendorong untuk menikah dengan laki-laki lain.sebagai pengganti mendiang suaminya. Supaya ia memperoleh kehangatan dimalam-malam yang dingin mencekam untuk memenuhi tuntutannya sebagai wanita yang normal

    Namun si istri yang setia ini rela mengorbankan kepentingan dirinya,tuntutan jasmaninya,dan hak-haknya demi mengurus anak-anaknya yang masih kecil.Ia mengarahkan segala jerih payahnya demi mereka yang berstatus yatim setelah kehilangan kasih sayang seorang ayah.akibatnya mau tidak mau ia harus berperan ganda,yakni sebagai ibu sekaligus sebagai ayah mereka.sebagai seorang ibu ia harus memberikan seluruh perhatian dan kasih sayang yang ia miliki kepada mereka.dan didalam waktu yang sama,ia sekaligus juga berperan sebagai seorang ayah yang harus bertanggung jawab menghidupi mereka.Ia rela melupakan hak-haknya sendiri demi mencetak generasi yang ideal yang dipersembahkan kepada umat manusia.

    Sesungguhnya ia adalah pahlawan yang tak dikenal,yang rela mengorbankan diri demi keluarga,demi anak-anaknya yang masih kecil dan berstatus yatim setelah ditinggal mati oleh ayah mereka.ia juga rela mengabaikan wajahnya yang masih Nampak cantik sehingga sepasang pipinya berubah menjadi pucat,dan berkerut.Dan ia juga harus menjadi orang yang gigih mencari nafkah demi memenuhi tuntutan-tuntutan sebagai rasa tanggung jawab terhadap anak-anaknya.Cahaya kecantikan diwajahnya Nampak meredup,senyumnya hambar dan keceriannya sirna.Tetapi meski demikian ia mendapatkan kebahagiaan dari hatinya,bukan dari wajahnya,ketika ia berhasil mencetak kehidupan yang baru,keluarga yang baru,dan anak-anak yatim yang ditinggal mendiang ayahnya.Ia sudah tidak lagi merasa tersikasa melewati hari-hari dan malam-malam yang sepi.ia berhasil menghidupi ,membesarkan mereka,dan mendidik anak-anaknya yang masih kecil,dari Waktu-kewaktu.

    Dan ketika anak-anaknya sudah mulai tumbuh dewasa,cintanya kepada mereka semakin besar,sehingga mereka berhasil lulus dalam”sekolah kehidupan”ini,dan tidak lagi bergantung pada ibunya.Anak yang laki-laki sudah menjadi suami,dan anak perempuan sudah menjadi istri.atau karena tuntutan pekerjaan atau alas an-alasan lainnya.mereka harus tinggal berjauhan dengan ibunya.dengan demikian sang ibu bebas memilih jalan hidupnya antara tetap sendirian atau menikah lagi.

    Sosok ibu seperti ini memang patut mendapat penghormatan tersendiri dari Nabi SAW,karena kelak ia akan dikumpulkan dibawah naungan bendera para nabi dan para rasul.Beliau Bersabda”Aku dan wanita yang pucat sepasang pipinya akan seperti ini(beliau memberikan isyarat dengan dua jarinya yang bersebelahan),di hari kiamat nanti.”Kemudian beliau menyebut sifat-sifat wanita ini sebagai wanita yang menjanda akibat ditinggal mati oleh mendiang suaminya.yang memiliki kedudukan dan kecantikan.Yang dimaksudkan dengan kedudukan ia lah status sosial yang tinggi karena factor keluarga,atau keturunan nasab,atau karier pekerjaan,dan lain sebagainya.

    Salah satu faktor yang dominan yang mendorong laki-laki untuk tertarik menikahinya ialah karena ia cantik dan memiliki kedudukan yang tinggi,tetapi ia rela menahan diri .ia tetap tegar mengendalikan tuntutan jasmaninya dan keinginan hatinya.demi berkhidmat kepada anak-anaknya sampai mereka tidak lagi membutuhkan bantuannya karena menikah atau karena harus merantau jauh atau karena meninggal dunia atau karena alasan-alasan lain yang memaksa mereka harus meninggalkannya.Wanita seperti ini telah melaksanakan kewajibannya terhadap anak-anaknya sehingga ia berhasil mempertahankan kehidupan mereka dari kematian dan menyelamatkan mereka dari terlantar jiwa raganya serta dari perhatian.pada hakekatnya seseorang manusia adalah bangunan Allah.Siapa yang menghidupkan satu jiwa ,seolah-olah ia menghidupakan seluruh manusia.

    Sesungguhnya balasan bagi wanita ini mungkin ia melihatnya dari anak-anaknya di dunia dan mungkin pula ia tidak mendapatinya.Akan tetapi di hari kiamat kelak,ia tidak akan merugi ketika ia bisa berkumpul dengan seorang Nabi yang mulia.ia akan berada didekat Beliau sedekat posisi jari tengah dan jari telunjuk.ia akan melakukan sesuatu yang spektakuler.ia kesampingkan tuntutan tuntutan jasmani demi tuntutan-tuntutan rohani dan juga demi mewujudkan keinginan sejati membahagiakan keluarga serta memelihara anak-anak yatim.

    Di sebutkan dalam sebuah hadits :
    "Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan baik.Dan seburuk-buruknya rumah kaum muslimin ialah rumah yang didalamnya ada anak yang diperlakukan dengan jahat."

    Rasulullah SAW bersabda:
    "Orang yang menanggung anak yatim baginya atau lainnya (baik itu anaknya atau keponakannya atau anak orang lain ),maka aku aku dan dia akan seperti ini (beliau sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah)di surga."(HR.Muslim)

    Allah SWT Berfirman:
    "Dan janganlah kamu mendekati anak yatim ,kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji;sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungan jawabnya."
    (Dikutip dari Hadits-Hadits pilihan, DR. Abdullah Syahaatah)
    posted by admin BAI @ 11:08 AM   0 comments
    Peran Mahasiswa Muslim Dalam Menyikapi Liberalisme
    Peran serta mahasiswa dalam menyikapi kemungkaran sangatlah penting. Mahasiswa merupakan kader muda yang kelak posisinya akan menggantikan para pemimpin untuk merubah peradaban yang sudah ada saat ini menjadi peradaban yang lebih baik. Mahasiswalah generasi intelektual yang kelak merubah peradaban kufur menjadi peradaban Islam. Mengembalikan kehidupan masyarakat sesuai dengan fitrahnya, yakni kehidupan yang sesuai dengan ketentuan syariah. Allah memerintahkan kaum intelektual ini untuk bertaqwa. Kaum intelektual adalah kaum yang berakal. Allah berfirman : “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal” (QS. al-Baqarah : 197).

    Kemerosotan berfikir dan malasnya umat untuk berfikir menjadikan dakwah Islam hanya sebatas ibadah ritual. Sebagian para pengemban dakwah baik dari kalangan mahasiswa maupun kaum cendikiawan, membatasi aktivitas dakwahnya hanya membahas seputar masalah ibadah, sehingga aqidah Islam terlihat seperti agama ritual saja, yang mengatur shalat, zakat, puasa dan haji. Islam yang sempurna ini terlihat tidak ada bedanya dengan agama-agama lain yang sekedar membahas masalah-masalah ritual. Padahal aqidah Islam bukan hanya aqidah yang menjadi dasar pengaturan urusan akhirat saja, tetapi juga menjadi dasar pengaturan urusan dunia, seperti urusan pemerintahan, pedidikan, ekonomi, hukum, sosial, perindustrian dan lain-lain. Dengan kemerosotan berfikir umat itu pula muncullah pergerakan-pergerakan liberal di berbagai tempat. Gerakan liberal muncul karena paham sekularisme. Sekulerisme yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan masyarakat dan negara. Paham ini lahir dari ideologi Kapitalisme yang diusung oleh negara kufur Barat. Ideologi Kapitalisme dalam aplikasinya bersumber dari akal manusia yang sangat terbatas. Mereka hidup bermasyarakat dengan aturan yang mereka buat sendiri, sehingga perbuatan yang mereka lakukan serba bebas (liberalisme), baik dalam permasalahan aqidah, maupun dalam hal kebebasan berpendapat, kebebasan pribadi, kebebasan kepemilikan dan kebebasan pemikiran. Dengan munculnya paham liberalisme inilah peradaban semakin rusak, aqidah umat makin terpuruk, tindak kriminal meningkat tajam, kemungkaran terjadi di mana-mana. Lalu, adakah mahasiswa muslim sebagai generasi intelektual muda umat ini yang peduli dengan kenyataan ini? Bergeraklah kailan mahasiswa! Allah berfirman : “Apabila kalian menolong agama Allah, maka (pasti) Allah akan memberi kalia kemenangan” (QS. Muhammad : 7). “Dan tidaklah kemenangan itu melainkan dari sisi Allah yang Maha Agung lagi Maha Bijaksana” (QS. Ali-Imran : 126).

    Hal penting yang menjadi tugas suci mahasiswa muslim untuk mengamban Islam dan membongkar keburukan-keburukan liberal adalah berdakwah, berdakwah dan berdakwah. Tidak ada cara lain selain berdakwah untuk memahamkan umat akan kufurnya paham liberalisme. Akibat dari mengakarnya liberalisme, khususnya kebebasan dala pemikiran, maka muncullah beragam pemikiran yang menyesatkan. Lahirnya demokrasi, nasionalisme, pluralisme dan lain-lain tidak lepas dari strategi kafir Barat untuk mencampakkan Islam sejauh-jauhnya dari ruh umat Islam. Tidaklah mengherankan jika kaum liberal ini mengadakan gerakan “Desakralisasi Al-Quran”. Desakralisasi adalah “proses penidaksucian”. Seperti yang disebutkan dalam jurnal bernama Justisia yang diterbitkan di IAIN Semarang edisi 23 Th.XI, yang menulis di sampul belakangnya : “Adakah Sebuah Objek Kesucian Dan Kebenaran Yang Berlaku Universal? TIDAK ADA! Sekali Lagi TIDAK ADA! Tuhan Sekalipun!”. Munculnya pergerakan-pergerakan liberal ini, mengawali periode kemungkaran, karena kemungkaran makin menjamur dan terjadi di mana-mana sedangkan sunnah semakin terkikis di hati ummat.

    Pemikiran-pemikiran menyimpang sudah menjadi opini umum. Hal ini menjadi sebuah hal yang wajar terjadi karena memang di sekolah-sekolah di negara ini di dukung oleh pemerintahan sekuler untuk menggunakan kurikulum sekularisme yang mengajarkan demokrasi, patriotisme, nasionalisme, emansipasi, persamaan gender, kebebasan berpendapat dan lain-lain yang kesemuanya sangat bertentangan dengan Islam. Ingatlah bahwa yang dimaksud kemungkaran adalah setiap pemikiran, ucapan, maupun perbuatan, yang tidak sesuai dengan syariah Islam. Kemungkaran bisa terjadi pada diri individu, keluarga, masyarakat bahkan negara. Namun saat ini secara sadar maupun tidak sadar, makna kemungkaran sudah mengalami penyempitan. Sehingga maknanya cenderung diartikan sebagai tindakan kriminal individu ataupun kelompok. Kemungkaran saat ini dimaknai sebatas aktivitas-aktivitas seperti mencuri, membunuh, menipu, berjudi, korupsi, riba dan lain sebagainnya. Penyempitan makna kemungkaran terjadi sejak melemahnya Khilafah Islamiyah sampai saat ini. Hal ini tidak terlepas dari sebab kemerosotan taraf berfikir umat. Inilah tanggung jawab mahasiswa muslim dan tidak menutup tanggungjawab setiap muslim untuk kembali meningkatkan taraf berfikir umat agar makna kemungkaran sesuai dengan makna yang dimaukan oleh syariat, yakni setiap pemikiran, ucapan, maupun perbuatan, yang tidak sesuai dengan syariah Islam.

    Tepat sekali kiranya hadits Rasulullah SAW yang menceritakan akan keadaan keterasingan Syariah Islam ini. Rasulullah barsabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan ia akan kembali asing seperti keadaan semula. Maka berbahagialah al-ghuroba’. (HR. Muslim). Siapakah al-ghuroba? Rasulullah menjawab. “Yaitu orang-orang yang berusaha memeperbaiki sunnahku yang telah dipadamkan oleh manusia sepeninggalanku”. (HR. Tirmidzi).

    Kemungkaran sudah tidak lagi dianggap kemungkaran. Salah satu contoh kemungkaran yang tidak dianggap sebagai kemungkaran adalah kemungkaran yang dilakukan oleh pemerintah yaitu mengadopsi, menerapkan, dan menyebarluaskan sistem demokrasi. Padahal kita tahu bahwa sistem demokrasi bertentangan dengan syariah Islam, karena Kredo demokrasi mengatakan, “suara rakyat adalah suara tuhan (vox populei vox dei)”, dan hal ini bertentangan dengan syariah Islam yang menyatakan bahwa, “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah” (QS. Al-An’am: 57). Dalam Islam kekuasaan legislatif hanyalah milik Allah semata, bukan milik manusia. Tapi apa yang terjadi dengan pemimpin negara ini, kaum cendikiawannya, atau bahkan sebagian mahasiswa sekalipun? Mereka menerima, mendukung dan memperjuangkannya. Ini sesuatu yang wajar ketika negara ini berdiri di atas ideologi sekularisme.

    Menyingkirkan syariat Allah dan mengantinya dengan undang-undang buatan sendiri karena dianggap sudah tidak relevan untuk negara yang beranek ragam agama, sudah dianggap bukan merupakan bentuk kemungkaran. Syariat Islam hanya diadopsi sedikit dalam beberapa permasalahan saja, seperti dalam urusan pernikahan. Apakah kita mengira bahwa Allah akan memakluminya? [Y-A]

    Labels:

    posted by ariefudin @ 11:01 AM   0 comments
    Al-Quran
    "Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang"

    "Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan jangan kamu ikuti jalan-jalan (lainnya), sebab jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Allah berwasiat kepada kamu semoga kamu bertaqwa"
    (QS. al-An'am : 153)

    "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu..."
    (al-Qashash : 77)

    Artikel Lainnya
    Arsip Artikel
  • Arsip Sesuai Relevansi
  • Archive
    Kalender Kegiatan
    BASIC TRAINING
    Informasi seputar ANTIBODY XVIII (Annual Training for Better Organization and Islamic Health Community) klik di sini
    Tinggalkan Pesan
    Facebook

    LINK PARTNER
  • FULDFK
  • STATS